• Sabtu, 18 April 2026

Danantara di Panggung Global, 5 Alasan Press Release Internasional Jadi Kunci Kepercayaan Investor

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:00 WIB
Danantara di Panggung Global, 5 Alasan Press Release Internasional Jadi Kunci Kepercayaan Investor (Dok. danantaraindonesia.co.id)
Danantara di Panggung Global, 5 Alasan Press Release Internasional Jadi Kunci Kepercayaan Investor (Dok. danantaraindonesia.co.id)

Transparansi dan ESG Menjadi Bahasa Universal Pasar Global

Budipur menegaskan investor kini menempatkan ESG sebagai indikator utama, narasi keberlanjutan harus disampaikan secara terukur dan konsisten.

Baca Juga: Kasus Tambang Nikel Konawe Utara Dihentikan, Dugaan Suap Rp13 Miliar dan Kerugian Negara Rp2,7 Triliun

Data World Economic Forum 2024 menyebut 79 persen investor global mempertimbangkan faktor ESG.

Press release internasional menjadi sarana menyampaikan komitmen tersebut.

"ESG bukan jargon, tetapi standar komunikasi global,” ujar Budipur.

Baca Juga: Ketersediaan Telur Ayam Ras Aman Hingga Lebaran 2026, Produksi Nasional Capai 6,56 Juta Ton

Menghindari Distorsi Informasi dan Spekulasi Pasar

Absennya informasi resmi membuka ruang spekulasi, analis asing kerap membentuk opini tanpa konteks kebijakan nasional.

Budipur menilai komunikasi aktif mampu meredam distorsi tersebut.

Press release resmi berfungsi sebagai rujukan primer yang kredibel.

Baca Juga: Tujuh Alat Berat Diduga Tambang Ilegal Ditemukan di TN Kutai, Empat Orang Diperiksa

Diplomasi Ekonomi Melalui Kanal Media Global

Menurut data UNCTAD World Investment Report 2024, negara dengan komunikasi aktif mencatat FDI lebih stabil.

Indonesia berpeluang meningkatkan daya tarik investasinya melalui pendekatan ini.

Budipur menyebut langkah tersebut sebagai diplomasi ekonomi modern, ia menilai komunikasi global merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan nasional.

Baca Juga: Mulai 2026 Ekspor Batu Bara Dikenai Bea Keluar, Pemerintah Targetkan Rp20 Triliun dari Tarif 1–5 Persen

"Indonesia harus hadir sebagai narator, bukan objek cerita,” tegasnya.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X