Perluasan basis pajak dan peningkatan kepatuhan menjadi fokus jangka menengah.
Manajemen utang juga harus diarahkan pada optimalisasi tenor dan diversifikasi sumber pembiayaan.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Dituding Salah Konstruksi Perkara dalam Kasus Kerry Adrianto Riza, Ini Alasannya
Langkah ini dinilai mampu menekan risiko refinancing.
Menjaga Ketahanan Fiskal di Tengah Ketidakpastian Global
Data IMF dan Bank Dunia menunjukkan tekanan fiskal global masih berlanjut pada 2025.
Negara berkembang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan utang.
Baca Juga: Gus Yazid Tersangka TPPU Rp20 Miliar, Aliran Dana Korupsi BUMD Cilacap Rugikan Negara Rp237 Miliar
Indef menilai disiplin fiskal dan koordinasi kebijakan menjadi kunci menjaga stabilitas.
Tanpa langkah terukur, beban bunga berpotensi membatasi pertumbuhan ekonomi nasional.****
Artikel Terkait
Gus Yazid Tersangka TPPU Rp20 Miliar, Aliran Dana Korupsi BUMD Cilacap Rugikan Negara Rp237 Miliar
Kejaksaan Agung Dituding Salah Konstruksi Perkara dalam Kasus Kerry Adrianto Riza, Ini Alasannya
Banjir Sumatera Dalam Angka, Akademisi Ungkap Kegagalan Terkait Tata Ruang dan Agraria
Danantara di Panggung Global, 5 Alasan Press Release Internasional Jadi Kunci Kepercayaan Investor
CBA Tekankan Pentingnya Panggil Komisaris United Tractors dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM
Indonesia Catat 1,6 Miliar Dolar AS Investasi Halal 2025, Posisi Global Ketiga Terkuat
Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS, Ini Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Desember 2025
Romo FX Mudji Sutrisno Wafat di Usia 71 Tahun, Serikat Yesus Umumkan Misa Requiem Dua Hari
4 Organisme Berbahaya Ditemukan pada 72 Ton Bawang Bombai Ilegal di Surabaya Jawa Timur
Prajogo Pangestu Masuk dalam Peringkat 11 Asia, Ini Daftar 20 Orang Terkaya Asia Desember 2025