Ia menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan dapat mencapai level 10.000, didukung stabilitas makroekonomi dan kebijakan terkoordinasi.
Baca Juga: Empat Gempa Per Jam di Semeru, Menteri Bahlil Pastikan Pemantauan Gunung Api Berjalan Ketat
Data BEI menunjukkan IHSG menutup perdagangan terakhir 2025 di kisaran 7.500, naik sekitar 6 persen secara tahunan.
Purbaya menyebut reformasi struktural, disiplin fiskal, serta pengendalian inflasi menjadi faktor penopang utama optimisme tersebut.
Pemulihan Daerah Bencana Dinilai Bagian dari Strategi Ekonomi
Purbaya menekankan bahwa pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memiliki keterkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi nasional.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2026: Stabil di Atas 5 Persen di Tengah Risiko Global dan Tekanan Fiskal
Menurutnya, keberlanjutan aktivitas ekonomi daerah menjadi fondasi pertumbuhan jangka menengah Indonesia.
Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat ribuan rumah terdampak banjir bandang akhir 2025.
Pemerintah menargetkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar roda ekonomi lokal segera kembali Berikut olahan sesuai pola yang biasa Anda minta:****
Artikel Terkait
KDM Tegaskan Jawa Barat Bukan Wilayah Sawit Skala Besar, Audit Lahan BUMN Jadi Sorotan
Demutualisasi BEI Masuk Tahap Final, Ini 6 Perubahan Besar Tata Kelola Bursa Indonesia
Sidak Pasar Nataru: Mentan Amran Sulaiman Temukan Minyak Goreng Di Atas HET Rp18.000 Per Liter
Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksikan Tumbuh 5,4 Persen, Ini Motor dan Tantangan Utamanya
Bahlil Lahadalia Pantau Langsung 2 Gunung Api Aktif, Data Semeru 4 Letusan Per Jam Jadi Sorotan
Rekor Pertanian 2025: Produksi Beras Tertinggi, Stok 4 Juta Ton, dan Inflasi Pangan Tetap Terkendali
Perceraian Figur Publik: Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Sepakat Damai, Sidang Menjadi Efisien
Bahlil Lahadalia Tegaskan Perang Terbuka Lawan Mafia Tambang dan Migas, Negara Tak Boleh Kalah
Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,2–5,8 Persen di 2026, APBN Rp2.567,9 T Jadi Penopang Utama
Macan Tutul Jawa, Predator Puncak Terakhir: Habitat Terfragmentasi dan Ancaman Kepunahan Nyata