BISNIS24JAM.COM - Bisakah reformasi perizinan tambang dan subsidi energi menjadi jalan keluar ketimpangan ekonomi nasional?
Ataukah kebijakan baru ini justru menguji konsistensi negara dalam mengelola kekayaan alam secara adil?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan reformasi tata kelola energi sebagai prioritas nasional.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2026 di Persimpangan: Stabilitas Makro Atau Akselerasi Pertumbuhan
Langkah ini diarahkan untuk memastikan manfaat sumber daya alam dirasakan masyarakat luas.
Bahlil menyampaikan kebijakan tersebut pada penghujung 2025 sebagai respon atas maraknya praktik ilegal sektor energi.
Ia menekankan integritas dan pemerataan ekonomi sebagai fondasi kebijakan.
Baca Juga: Dialog Bahlil dengan Pengamat, Semeru Catat 4 Gempa Per Jam dan Lewotobi Masih Siaga Level III
Negara Hadir Menertibkan Tata Kelola Pertambangan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai konsentrasi pengelolaan tambang selama ini belum merata.
Negara berupaya memperluas akses pengelolaan secara adil dan legal.
Menurut Bahlil, penegakan hukum harus berjalan seiring reformasi kebijakan.
Baca Juga: Demutualisasi BEI 2026: 5 Alasan Pemerintah Optimistis Pasar Modal Lebih Kompetitif
Langkah ini bertujuan memperbaiki kepercayaan publik terhadap sektor energi.
Akses IUPK untuk Ormas dan Koperasi Daerah
Pemerintah mulai memberikan Izin Usaha Pertambangan Khusus kepada organisasi kemasyarakatan.
Artikel Terkait
Stok Beras Bulog Capai 3,39 Juta Ton, Pemerintah Naikkan Target Serapan 2026 Jadi 4 Juta Ton
Biaya Politik Ratusan Miliar Jadi Sorotan, Pilkada Jalan Tengah Dianggap Solusi Moderat
8 Negara Penguasa Tambang Dunia 2025, Dari Australia Hingga Amerika Serikat
KDM Tegaskan Jawa Barat Bukan Wilayah Sawit Skala Besar, Audit Lahan BUMN Jadi Sorotan
Demutualisasi BEI Masuk Tahap Final, Ini 6 Perubahan Besar Tata Kelola Bursa Indonesia
Sidak Pasar Nataru: Mentan Amran Sulaiman Temukan Minyak Goreng Di Atas HET Rp18.000 Per Liter
Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksikan Tumbuh 5,4 Persen, Ini Motor dan Tantangan Utamanya
Bahlil Lahadalia Pantau Langsung 2 Gunung Api Aktif, Data Semeru 4 Letusan Per Jam Jadi Sorotan
Rekor Pertanian 2025: Produksi Beras Tertinggi, Stok 4 Juta Ton, dan Inflasi Pangan Tetap Terkendali
Perceraian Figur Publik: Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Sepakat Damai, Sidang Menjadi Efisien