• Sabtu, 18 April 2026

Nomura Turunkan Rating Saham Indonesia ke Netral, MSCI Ingatkan Risiko Status Pasar Pada Mei 2026

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Selasa, 3 Februari 2026 | 09:26 WIB
Nomura adalah grup jasa keuangan dengan jaringan global terintegrasi. Layar perdagangan Bursa Efek Indonesia memerah di tengah tekanan global usai Nomura memangkas rating saham Indonesia awal Februari 2026. (Dok. nomuraholdings.com)
Nomura adalah grup jasa keuangan dengan jaringan global terintegrasi. Layar perdagangan Bursa Efek Indonesia memerah di tengah tekanan global usai Nomura memangkas rating saham Indonesia awal Februari 2026. (Dok. nomuraholdings.com)

Baca Juga: Data WALHI 2026 Ungkap 26 Juta Ha Hutan Alam Terancam Deforestasi Legal Berbasis Perizinan Resmi

Data BEI menunjukkan peningkatan signifikan nilai jual bersih investor asing selama periode tersebut.

Sektor saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama aksi jual, kondisi ini memperbesar risiko penularan volatilitas ke sektor keuangan domestik.

Nomura menilai pergerakan pasar saat ini lebih didorong sentimen ketimbang fundamental jangka panjang.

Baca Juga: Transaksi Tambang Emas Ilegal Rp992 T Terindikasi Kejahatan, Data Diserahkan ke Aparat Penegak Hukum

Namun, sentimen negatif yang berlarut berpotensi menggerus valuasi secara berkelanjutan, oleh karena itu, stabilisasi kebijakan menjadi faktor krusial pemulihan pasar.

Langkah OJK dan BEI Merespons Kekhawatiran Global

Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia merespons dengan menyiapkan kebijakan peningkatan free float.

Rasio saham publik minimal direncanakan naik dari 7,5 persen menjadi 15 persen, langkah ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas dan transparansi pasar.

Baca Juga: Kejagung Tegaskan Kasus Sawit Bukan Tambang, Penggeledahan Fokus Tata Kelola Perkebunan

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar sebelum mrngundurkan diri menyatakan penguatan tata kelola menjadi prioritas utama.

“OJK berkomitmen memastikan pasar modal tetap kredibel dan sejalan dengan standar global,” ujar Mahendra, menyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi OJK.

Direktur Utama BEI Iman Rachman saat itu menegaskan kesiapan bursa menyesuaikan regulasi.

Baca Juga: Kejagung Tegaskan Kasus Sawit Bukan Tambang, Penggeledahan Fokus Tata Kelola Perkebunan

“BEI mendukung langkah struktural demi menjaga kepercayaan investor jangka panjang,” kata Iman, evaluasi kebijakan akan terus dilakukan menjelang penilaian MSCI Mei 2026.

Menanti Evaluasi MSCI dan Arah Pasar Selanjutnya

Nomura menyatakan posisi netral mencerminkan pendekatan defensif terhadap ketidakpastian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X