BISNIS24JAM.COM - Bagaimana Indonesia menarik minat investor global untuk berinvestasi langsung di tanah air?
Sektor apa saja yang menjadi fokus kolaborasi dan transfer teknologi dari korporasi dunia?
Pertemuan Presiden RI dengan 12 Korporasi Investasi Global
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan 12 korporasi investasi terbesar dunia di Washington DC, Jumat (21/2/2026), yang berlangsung hampir dua jam, lebih panjang dari jadwal awal, karena diskusi yang intens dan produktif.
Baca Juga: Divestasi Freeport Tingkatkan Kepemilikan Negara, Papua Mendapat Bagian Saham Dukung Ekonomi Lokal
Rosan Roeslani, CEO Danantara, menyebutkan total aset kelolaan korporasi yang hadir mencapai 16 triliun Dolar AS, menunjukkan skala investasi yang mampu memberikan dampak signifikan bagi ekonomi Indonesia.
Pertemuan ini menekankan arah kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat iklim investasi, dan mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.
Fokus Pada Investasi Berkelanjutan dan Teknologi
Dalam pertemuan, Presiden Prabowo menekankan potensi Indonesia yang kini tidak lagi tertidur, sekaligus membuka peluang kolaborasi di sektor energi terbarukan, teknologi, infrastruktur, real estate, dan ekonomi digital.
Baca Juga: Mendes Batasi Ekspansi Korporasi Ritel Modern Demi Perkuat Peran Strategis Koperasi Desa Merah Putih
Rosan Roeslani menjelaskan bahwa para investor menunjukkan apresiasi tinggi terhadap kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan usaha dan inovasi berbasis teknologi serta keberlanjutan lingkungan.
Transfer of knowledge juga menjadi bagian penting, sehingga kolaborasi ini tidak hanya berbentuk modal finansial, tetapi juga pengetahuan teknis untuk pengembangan sektor strategis di Indonesia.
Apresiasi Atas Kepastian Hukum dan Stabilitas Ekonomi
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, menekankan bahwa investor global sangat menghargai penekanan Presiden Prabowo terhadap kepastian hukum dan penguatan sistem legal.
Baca Juga: Prabowo Subianto Optimistis Bantuan Kemanusiaan Gaza Mengalir, Perdamaian Palestina Jadi Prioritas
Hal ini meningkatkan confidence investor dan mendorong mereka untuk membuka kantor di Indonesia, membangun kemitraan jangka panjang, serta memastikan implementasi investasi secara efektif.
Topik pasar modal, pengelolaan risiko, dan regulasi yang konsisten menjadi prioritas dalam pembahasan yang bersifat lebih teknis dan strategis.
Artikel Terkait
Kinerja Keuangan PLN Naik Tajam 2025, Namun Risiko Utang dan Kurs Masih Mengintai Finansialnya
TNI AD Gandeng Promedia Group Perluas Informasi Pembangunan Jembatan Nusantara Ke Masyarakat
Perpanjangan Izin Freeport Sampai 2061, Indonesia Kuasai 63 Persen Saham Tambang Grasberg Papua
Pasar Modal Indonesia dan Isu MSCI, Akankah 70 Miliar Dolar AS Dongkrak IHSG Tahun 2026
Bank Syariah Indonesia Siapkan Ekspansi 2026, Ekonom Tekankan Hati-Hati Manajemen Risiko Ketat
Izin Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu Disorot, Konsistensi Dasar Hukum IPPKH Jadi Perdebatan
Prabowo Subianto Optimistis Bantuan Kemanusiaan Gaza Mengalir, Perdamaian Palestina Jadi Prioritas
Dampak Positif Kesepakatan ART Terhadap Industri Tekstil dan Pekerja Produktif di Tengah Persaingan
Divestasi Freeport Tingkatkan Kepemilikan Negara, Papua Mendapat Bagian Saham Dukung Ekonomi Lokal
Mendes Batasi Ekspansi Korporasi Ritel Modern Demi Perkuat Peran Strategis Koperasi Desa Merah Putih