Komitmen bisnis dari Korea Selatan tercatat mencapai 10,2 miliar Dolar AS atau setara Rp174 triliun.
Pemerintah Pastikan Realisasi Investasi Berdampak Pada Lapangan Kerja Nasional
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah akan mengawal implementasi investasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Sehingga total keseluruhan mencapai 33,89 miliar Dolar AS atau sekitar Rp575 triliun," ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan realisasi investasi diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sejumlah media nasional sebelumnya melaporkan diplomasi ekonomi Indonesia semakin difokuskan pada Asia Timur karena stabilitas investasi dan kekuatan teknologi kawasan tersebut.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan investasi berkualitas sebagai bagian strategi mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dalam beberapa tahun mendatang.
Kunjungan ini melanjutkan pola diplomasi ekonomi aktif yang sebelumnya juga dilakukan pemerintah dalam berbagai forum internasional untuk memperkuat posisi Indonesia.**
Artikel Terkait
Risiko Nyata Misi Perdamaian Dunia, Setelah Insiden Gugurnya Prajurit TNI di Wilayah Konflik Lebanon Selatan
Reformasi Perizinan Usaha Berlanjut, Pemerintah Luncurkan KBLI 2025 untuk Perkuat Daya Saing Investasi
OSS dan KBLI 2025 Jadi Kunci Pemerintah Bangun Sistem Perizinan Usaha Cepat Transparan Terintegrasi
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman: Program B50 Siap Jalan, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia Tahun 2026
Refocusing Anggaran Kementerian Jadi Strategi Pemerintah Hemat Rp130 Triliun untuk Program Prioritas Ekonomi
Harga BBM Pertamina April 2026 Tidak Naik, Ini Strategi Stabilkan Energi Nasional di Tengah Gejolak Global
WFH ASN dan Gerakan Hemat Energi Nasional, Ini Sektor yang Tetap Wajib Bekerja dari Kantor Setiap Hari
Mulai April ASN WFH Sepekan Sekali, Pemerintah Harap Konsumsi BBM dan Kemacetan Kota Besar Turun
Strategi Turnaround Garuda Terlihat di 2026 Setelah Injeksi Modal Jumbo dan Restrukturisasi Operasional
Anthony Budiawan Soroti Pentingnya Kritik Pengamat Ekonomi Sebagai Early Warning System Stabilitas Ekonomi