BISNIS24JAM.COM - Apakah pergantian menteri keuangan dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa akan membawa perubahan nyata bagi ekonomi nasional atau hanya menghadirkan dinamika baru tanpa hasil substantif?
Pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 memicu koreksi indeks harga saham gabungan sekitar satu koma dua lima persen pada hari yang sama.
Purbaya memulai masa tugas dengan mengumumkan rencana injeksi likuiditas dua ratus triliun rupiah ke sektor perbankan yang menimbulkan perdebatan publik terkait urgensi kebijakan tersebut.
Baca Juga: Terngkap, Aplikasi TRING Pegadaian Tercatat Punya Keluhan Terbanyak Terkait OTP dan Error Teknis
Menurut Tony Rosyid selaku Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, langkah tersebut menunjukkan upaya agresif namun membutuhkan kehati-hatian dalam memahami kondisi likuiditas perbankan nasional.
Publik menilai pemberitaan intensif mengenai Purbaya di berbagai media membuat sosoknya cepat populer namun belum menjawab pertanyaan tentang arah kebijakan fiskal yang lebih komprehensif.
Kenaikan eksposur publik juga memunculkan julukan menteri koboi yang menggambarkan gaya komunikasi Purbaya yang tegas dan kerap memicu reaksi beragam dari masyarakat.
Baca Juga: Warisan Atau Konflik? Data JATAM Ungkap Jejak 5 Korporasi Tamban dalam Aset Saham Sherly Tjoanda
Tantangan Fiskal Indonesia dan Harapan Kebijakan Ekonomi Baru
Fiskal Indonesia masih menghadapi tekanan akibat beban pembiayaan pembangunan yang didominasi utang sehingga membutuhkan strategi pendapatan negara yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Tony Rosyid menilai bahwa kebijakan Sri Mulyani sebelumnya dinilai disiplin tetapi belum mampu memaksimalkan potensi sumber pendapatan negara dari sektor strategis seperti sumber daya alam.
Menurutnya, tantangan bagi Purbaya adalah memperbaiki celah penerimaan pajak sekaligus menjaga disiplin fiskal agar tidak menimbulkan risiko makroekonomi jangka menengah.
Pemerintah juga harus mempertimbangkan potensi kebocoran pendapatan negara dari sektor kepabeanan dan sumber daya alam yang dinilai masih cukup signifikan selama beberapa tahun terakhir.
Publik berharap kepemimpinan baru di kementerian keuangan dapat menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan penguatan struktur fiskal agar ketergantungan terhadap utang dapat dikurangi.