Terminal tersebut menjadi fasilitas bahan bakar aviasi terbesar kedua di Jawa Barat yang melayani penerbangan komersial, reguler, hingga penerbangan VVIP.
Baca Juga: Tambang Emas Pongkor dan Sejarah Panjang Mineral Bogor, Kawasan Penting Bagi Ketahanan Ekonomi
Arya menjelaskan seluruh proses quality control dilakukan sesuai standar nasional dan internasional untuk menjamin keamanan operasional penerbangan selama periode mudik.
Ia menambahkan penumpang jalur udara dapat melakukan perjalanan dengan nyaman karena kebutuhan bahan bakar pesawat sepenuhnya ditangani oleh sistem operasional Pertamina.
Layanan SPBU dan Rest Area Diperkuat Untuk Kenyamanan Pemudik Nasional
Pertamina juga menyiapkan fasilitas tambahan di sejumlah SPBU jalur mudik berupa Serambi MyPertamina dan Pos BBM sebagai titik istirahat keluarga.
Fasilitas tersebut memungkinkan pemudik berhenti sejenak, memulihkan kondisi fisik, serta memastikan perjalanan dilanjutkan dalam kondisi aman dan bugar.
“Nanti ada tandanya dan di situ kami siapkan MyPertamina sebagai sarana istirahat bersama keluarga,” kata Arya menjelaskan konsep layanan tambahan tersebut.
Upaya ini sejalan dengan kampanye keselamatan berkendara nasional yang menekankan pentingnya manajemen perjalanan, pengisian BBM sebelum berangkat, dan istirahat berkala.
Baca Juga: Impor Kendaraan India Picu Debat Soal Konsistensi Kebijakan Industrialisasi dan Strategi Ekonomi
Pemantauan Digital dan Layanan Pelanggan Aktif Selama Operasi Satgas RAFI
Selama periode Satgas RAFI berlangsung, seluruh aktivitas pelayanan energi akan dipantau melalui media sosial resmi serta layanan pelanggan 135.
Pemantauan dilakukan secara aktif untuk merespons keluhan, pertanyaan, maupun kebutuhan masyarakat selama perjalanan mudik berlangsung.
“Artinya aktif kami monitor semuanya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Arya menutup keterangannya.
Baca Juga: Perpanjangan Dana Bank BUMN Jadi Sinyal Optimisme Ekonomi, Jaga Momentum Kredit dan Investasi
Sebagai korporasi energi strategis nasional, Pertamina menempatkan stabilitas pasokan energi sebagai faktor utama menjaga mobilitas masyarakat tetap aman, nyaman, dan produktif selama Lebaran 2026.****
Artikel Terkait
Kasus Penyelundupan Timah Bangka Selatan Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Ekspor Ilegal
Impor 105 Ribu Pick Up India Dipersoalkan, Soroti Arah Industrialisasi dan Masa Depan Industri Otomotif
Stimulus Likuiditas Berlanjut, Penempatan Dana Rp200 Triliun untuk Dorong Kredit Tumbuh Double Digit
Rencana Impor Kendaraan Kopdes Tunggu Arahan Presiden, Pemerintah Hitung Dampak Ekonomi
Investasi Panas Bumi Indonesia Kembali Disorot Usai Ormat Menang Lelang WKP Telaga Ranu Halmahera Barat
Jejak Tambang Emas Bogor Dari Pajajaran Hingga Pongkor Modern Dan Masa Depan Ekonomi Mineral Jawa Barat
Polemik PHK Mie Sedaap Gresik Jelang Lebaran Ungkap Kerentanan Pekerja Outsourcing Industri Manufaktur
Jet Tempur F16 Sambut Prabowo di Amman, Apa Makna Diplomasi Indonesia dengan Kerajaan Yordania
Mengenal Ormat Technologies. Sejarah Afiliasi Israel dan Struktur Kepemilikan Global dalam Bisnis Energi
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Bernilai 33 Miliar Dolar AS Picu Perubahan Strategi Perdagangan Global