• Sabtu, 18 April 2026

Target Pemerintah di Atas 5 Persen, OECD Justru Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Lambat

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Jumat, 27 Maret 2026 | 10:30 WIB
Clare Lombardelli Chief Economist OECD. OECD menilai pasar saham domestik mencerminkan sentimen investor terhadap proyeksi ekonomi Indonesia berdasarkan laporan lembaga internasional. (Dok. oecd-events.org)
Clare Lombardelli Chief Economist OECD. OECD menilai pasar saham domestik mencerminkan sentimen investor terhadap proyeksi ekonomi Indonesia berdasarkan laporan lembaga internasional. (Dok. oecd-events.org)

Clare Lombardelli menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada siklus permintaan komoditas global.

Hilirisasi Industri dan Infrastruktur Jadi Strategi Menjaga Momentum Pertumbuhan

Pemerintah Indonesia terus mendorong hilirisasi sumber daya alam guna meningkatkan nilai tambah ekspor serta memperkuat basis industri nasional.

Baca Juga: TNI AL Siapkan Awak Kapal Induk Pertam, Fokus Pelatihan Teknologi dan Operasi Maritim Terpadu Modern

Strategi tersebut juga diperkuat pembangunan infrastruktur logistik untuk menekan biaya distribusi dan meningkatkan daya saing sektor manufaktur domestik.

Media melaporkan kebijakan hilirisasi menjadi salah satu fokus utama transformasi ekonomi Indonesia sejak periode 2020.

Perbedaan Proyeksi Lembaga Jadi Referensi Strategi Kebijakan Ekonomi Nasional

Perbedaan proyeksi antara OECD IMF dan pemerintah menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam membaca dinamika ekonomi global yang cepat berubah.

Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak dan Risiko Resesi Global, Dampaknya Bagi Ekonomi Dunia Versi CEO BlackRock

Data proyeksi menunjukkan rentang pertumbuhan Indonesia masih berada pada kisaran kompetitif dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia.

Clare Lombardelli menegaskan kebijakan yang konsisten serta reformasi struktural akan menentukan kemampuan Indonesia menjaga pertumbuhan jangka menengah.

Media ekonomi nasional sejak 2024 menyoroti konsistensi pertumbuhan Indonesia sekitar lima persen sebagai indikator stabilitas makroekonomi kawasan Asia Tenggara.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X