• Sabtu, 18 April 2026

Board of Peace dan Diplomasi Indonesia, Fakta 20 Negara Terlibat Rekonstruksi Gaza Lima Tahun

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Rabu, 18 Februari 2026 | 09:25 WIB
Logo Board of Peace. Kondisi Gaza pascakonflik dengan 96 persen infrastruktur rusak menjadi fokus rekonstruksi internasional lima tahun ke depan.   (Dok.Kreasi Dola AI)
Logo Board of Peace. Kondisi Gaza pascakonflik dengan 96 persen infrastruktur rusak menjadi fokus rekonstruksi internasional lima tahun ke depan. (Dok.Kreasi Dola AI)

BISNIS24JAM.COM - Apakah Indonesia sedang mengambil risiko besar dengan bergabung dalam Board of Peace untuk Gaza?

Atau justru ini momentum diplomasi global Indonesia memperjuangkan Palestina lewat jalur perundingan internasional resmi?

Indonesia Bergabunh dalam Board Of Peace Rekonstruksi Gaza Global

Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace memicu perdebatan publik terkait biaya, netralitas, dan dampaknya terhadap kebijakan domestik nasional.

Baca Juga: Rasio Utang Indonesia 40,3 Persen Pada 2025, APBN 2026 Tambah Utang Rp832,2 Triliun Disorot Pengamat

Board of Peace merupakan forum multilateral rekonstruksi Gaza yang dibentuk berdasarkan mandat United Nations dan resolusi Dewan Keamanan.

Indonesia memiliki peluang memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari dalam forum diplomasi tertinggi tersebut.

Delapan Negara Muslim Kompak Dukung Keterlibatan Indonesia di Forum

Keikutsertaan Indonesia dilakukan secara kolektif bersama tujuh negara mayoritas Muslim dalam kelompok New York Group of 8.

Baca Juga: Data Kepemilikan Saham Akan Dibuka, Pemerintah Target Pulihkan Kepercayaan Investor Global di Bursa

Negara yang tergabung meliputi Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, Yordania, Turkiye, Pakistan, dan Qatar.

Keterlibatan kolektif ini bertujuan memastikan Board of Peace bekerja untuk kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat Palestina.

Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Besar dan Waktu Panjang

Board of Peace dirancang membantu pembangunan kembali 96 persen infrastruktur di Gaza yang rusak akibat konflik berkepanjangan.

Baca Juga: Presiden Bahas Tarif AS Bersama 4 Menteri, Fokus Produktivitas Industri Dan Rantai Pasok Global Nasional

Perkiraan kebutuhan pembangunan ulang mencapai 25 miliar Dolar AS atau sekitar Rp420 triliun untuk membangun 500.000 rumah dan fasilitas publik.

Tanpa dukungan internasional, pemulihan Gaza dapat memakan waktu 200 tahun, namun dengan bantuan global diproyeksikan selesai lima tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X