• Sabtu, 18 April 2026

Indonesia Tegaskan Dukungan Palestina, Prabowo Siap Ambil Langkah Diplomatik Tegas di Forum Internasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Selasa, 17 Maret 2026 | 22:00 WIB
Mantan Wapres RI, Jusuf Kalla. Kebijakan luar negeri Presiden Prabowo menekankan hasil konkret dalam upaya perdamaian global terutama konflik Palestina dan Gaza. (Dok. Instagram @jusufkalla)
Mantan Wapres RI, Jusuf Kalla. Kebijakan luar negeri Presiden Prabowo menekankan hasil konkret dalam upaya perdamaian global terutama konflik Palestina dan Gaza. (Dok. Instagram @jusufkalla)

NEWS SUMMARY:

  • Langkah abstain disebut menjadi strategi awal sebelum keputusan final keluar sebagai bentuk protes diplomatik terukur Indonesia terhadap kebijakan forum.
  • Pernyataan Jusuf Kalla muncul saat perhatian dunia tertuju pada posisi diplomasi Indonesia dalam merespons konflik Gaza dan isu Palestina.
  • Presiden Prabowo disebut siap tarik Indonesia dari Board of Peace jika forum gagal wujudkan perdamaian dan hanya menjadi simbol diplomasi global.

BISNIS24JAM.COM - Akankah Indonesia mengubah pendekatan diplomasi globalnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto?

Apakah keputusan keluar dari forum internasional bisa menjadi strategi baru memperkuat posisi Indonesia dalam isu Palestina?

Arah Baru Diplomasi Indonesia di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

Wakil Presiden RI periode sebelumnya, Jusuf Kalla, mengungkapkan arah kebijakan diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan efektivitas forum internasional.

Baca Juga: Benny Tjokrosaputro Dilarang OJK, Ini Kronologi Lengkap Kasus IPO POSA dan Aliran Dana Investor Terkait

Menurut JK, Presiden Prabowo menilai partisipasi Indonesia harus menghasilkan dampak nyata bagi perdamaian global terutama terkait konflik Palestina.

Ia menegaskan kehadiran Indonesia dalam Board of Peace harus tetap konsisten dengan tujuan awal pembentukan forum tersebut sebagai wadah perdamaian.

Pertimbangan Strategis Indonesia dalam Menentukan Keanggotaan Forum Internasional Multilateral

JK menjelaskan bahwa keputusan keluar dari forum internasional bukan langkah emosional melainkan bagian dari kalkulasi diplomasi yang matang.

Baca Juga: Strategi Diversifikasi Energi Antisipasi Risiko Geopolitik dan Gangguan Pasokan Minyak Global Masa Kini

Indonesia, kata JK, akan mengevaluasi manfaat strategis keanggotaan sebelum mengambil keputusan yang berdampak terhadap hubungan internasional.

“Kalau forum itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk perdamaian, tentu kita harus mempertimbangkan kembali keikutsertaan,” ujar Jusuf Kalla.

Board Of Peace Dinilai Harus Fokus Pada Misi Perdamaian Dunia

JK menyatakan bahwa nama Board of Peace seharusnya mencerminkan komitmen kuat terhadap penghentian konflik dan penjajahan.

Baca Juga: Perang Iran Versus Amerika Dan Israel Dinilai Bisa Ubah Peta Politik dan Ekonomi Global Secara Signifikan

Jika forum tersebut gagal menjalankan mandat moralnya, maka keberadaan Indonesia dianggap tidak lagi memiliki relevansi strategis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X