nasional

Dinamika Koalisi Nasional, Faktor Utama Penentu Cawapres Prabowo 2029 Menurut Pengamat Politik

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:30 WIB
Presiden Prabowo. Pernyataan Prabowo tentang pemberantasan korupsi menegaskan peran penting dunia usaha dalam mendukung transparansi anggaran dan tata kelola ekonomi nasional. (Instagram.com @prabowo)

BISNIS24JAM.COM - Akankah Prabowo mempertahankan pasangan lama atau mencari figur baru untuk Pilpres 2029 ketika peta koalisi berubah cepat?

Seberapa besar peluang tokoh partai koalisi saat ini menjadi cawapres jika elektabilitas dan basis pemilih menjadi faktor dominan?

Spekulasi Cawapres Prabowo 2029 dalam Dinamika Koalisi Nasional

Wacana calon wakil presiden untuk Pilpres 2029 kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah elite partai mulai memunculkan nama kandidat.

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Alasan Hadir di Forum Global Meski Israel Ikut World Of Peace Diplomasi Bebas Aktif

Pengamat politik Tony Rosyid menilai spekulasi tersebut wajar muncul, namun belum menjadi agenda resmi partai politik.

Ia menyebut diskursus pasangan calon biasanya menguat ketika kinerja pemerintahan dan elektabilitas tokoh mulai terbaca publik.

Tony Rosyid menegaskan diskusi awal tersebut masih sebatas analisis dan belum mencerminkan keputusan final koalisi.

Baca Juga: Ekonomi On The Down, Ferry Latuhihin Paparkan Kekhawatiran Asing Soal MBG, Danantara, dan APBN

Menurutnya, stabilitas politik hingga 2029 akan menentukan arah koalisi dan komposisi pasangan calon presiden.

Peluang Kader Partai Koalisi dalam Bursa Cawapres 2029

Tony Rosyid menilai partai koalisi memiliki kepentingan strategis untuk menempatkan kadernya dalam kontestasi pilpres mendatang.

Namun ia menegaskan elektabilitas individu tetap menjadi faktor dominan dalam menentukan pasangan calon.

Baca Juga: Penunjukan Perminas untuk Kelola LTJ Oleh Danantara Akan Mengubah Arah Industri Mineral Strategis

“Kesetiaan partai tidak selalu berbanding lurus dengan elektabilitas,” ujar Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.

Ia menilai kandidat presiden akan mempertimbangkan figur yang mampu memperluas basis dukungan nasional.

Halaman:

Tags

Terkini