Menurutnya, partai dengan perolehan suara besar cenderung memiliki peluang lebih tinggi dalam negosiasi pasangan calon.
Baca Juga: Tambang Emas Martabe Jadi Sorotan, Fakta Proses Evaluasi Izin dan Dampaknya Bagi Investor Global
Basis Pemilih Dan Persepsi Publik Menjadi Faktor Penentu
Tony Rosyid menyebut persepsi publik terhadap rekam jejak tokoh menjadi faktor penting dalam menentukan daya jual politik.
Ia menilai memori publik terhadap isu masa lalu seringkali memengaruhi elektabilitas figur di tingkat nasional.
Menurutnya, politik tidak hanya soal fakta hukum, tetapi juga persepsi masyarakat yang terbentuk dalam waktu panjang.
Baca Juga: OJK Jatuhkan Denda Rp542,49 Miliar Ke 3.418 Pelaku Manipulasi Demi Pulihkan Kepercayaan Investor
Tony Rosyid menegaskan perubahan persepsi publik membutuhkan strategi komunikasi politik yang konsisten dan terukur.
Ia menyebut setiap kandidat harus mampu membangun kepercayaan publik sebelum memasuki kontestasi 2029.
Skenario Pasangan Lama Atau Figur Baru Pada 2029
Tony Rosyid menilai peluang duet lama seperti dengan Gibran Rakabuming Raka masih terbuka jika kinerja pemerintahan stabil.
Baca Juga: Properti Jakarta Stabil, Permintaan Industri dan E-Commerce Picu Okupansi Logistik Hingga 95%
Namun ia juga melihat kemungkinan munculnya figur baru sebagai pendamping jika peta politik berubah.
Menurutnya, keputusan pasangan calon akan mempertimbangkan kinerja pemerintahan hingga mendekati 2029.
Tony Rosyid menegaskan pembahasan terlalu dini dapat mengganggu fokus partai pada agenda publik saat ini.
Ia menyimpulkan bahwa arah koalisi dan pasangan calon presiden masih sangat dinamis menjelang pemilu mendatang.****
Artikel Terkait
Gejolak IHSG Februari 2026 Dipicu Isu 4 Surat MSCI, Apa Langkah OJK dan BEI Memperkuat Transparansi?
Outlook Perbankan Indonesia Disorot Moody’s, OJK Siapkan Klarifikasi Data Rasio Modal dan Likuiditas
Perminas untuk Proyek LTJ Ubah Peta BUMN Tambang Nasional dan Strategi Hilirisasi Mineral Indonesia
Seleksi Komisioner OJK 2026 Resmi Dibuka, Pansel Dibentuk Lewat Keppres dan Proses Empat Tahap
Investor Asing Soroti Ekonomi Indonesia, Ferry Latuhihin Ungkap Risiko Fiskal Rp300 Triliun dan Ketidakpastian
Pandji Sebut Dirinya Ksatria Wongsoyudo Saat Jalani Sidang Adat Toraja Terkait Materi Komedi Lama
Ekspansi Korporasi Topang Properti Jakarta, Okupansi CBD 76% dan Non-CBD 74% Tunjukkan Tren Pemulihan
Data OJK 2022-2026 Ungkap 151 Pihak Manipulasi Saham dengan Denda Rp240,65 Miliar dan Sanksi
Pemerintah Kaji Ulang Tambang Martabe, Hal Penting Tentang Sanksi dan Kepastian Hukum Investasi
Tambang Emas Tumpang Pitu Disorot Lagi, Publik Pertanyakan Selisih Saham dan Legalitas Alih IUP