AGRO 24 JAM - Apakah Jawa Barat masih layak menjadi lahan sawit skala besar, ketika risiko banjir dan longsor kian meningkat di banyak wilayah?
Apakah kritik Gubernur Jawa Barat tehadap sawit akan mengubah srah jebijakan BUMN dan masa depan petani ĺokal?
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa provinsinya tidak ideal untuk perkebunan sawit skala besar karena keterbatasan daya dukung ekologis dan tingginya risiko bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Target Serap Beras 4 Juta Ton 2026, Stok Nasional Disebut yang Tertinggi Sejak Kemerdekaan
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, dalam sejumlah forum publik sepanjang Desember 2025.
Termasuk saat berbicara di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Pandangan Ekologis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terhadap Sawit
Dedi Mulyadi menyebut tanaman sawit sebagai “pohon manja” karena dinilai tidak memiliki fungsi ekologis yang memadai bagi wilayah rawan banjir dan longsor seperti Jawa Barat.
Baca Juga: 1.000 Hektare Lahan Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal Sekotong, Polisi Bidik Pelaku Lintas Negara
Menurut KDM, struktur akar sawit tidak efektif menahan air dan tanah, sehingga berpotensi memperparah limpasan air saat curah hujan tinggi.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan Jawa Barat mencatat lebih dari 1.200 kejadian banjir dan longsor sepanjang 2024, tertinggi secara nasional.
“Kita tidak bisa memaksakan tanaman yang secara ekologis tidak cocok, lalu menanggung risiko sosial dan bencana di kemudian hari,” ujar Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: 72 Ton Bawang Bombai Ilegal Terungkap, 4 Organisme Berbahaya Ancam Produksi Pertanian Nasional
Tantangan BUMN Perkebunan dan Isu Kawasan Hutan
Kritik KDM turut menyasar korporasi perkebunan milik negara seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang memiliki lahan sawit cukup luas di Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong audit lahan BUMN untuk memastikan kesesuaian tata ruang dan fungsi lindung.
Artikel Terkait
Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS, Ini Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Desember 2025
Romo FX Mudji Sutrisno Wafat di Usia 71 Tahun, Serikat Yesus Umumkan Misa Requiem Dua Hari
4 Organisme Berbahaya Ditemukan pada 72 Ton Bawang Bombai Ilegal di Surabaya Jawa Timur
Prajogo Pangestu Masuk dalam Peringkat 11 Asia, Ini Daftar 20 Orang Terkaya Asia Desember 2025
Bunga Utang APBN 2025 Tembus Rp500 Triliun, Indef Peringatkan Tekanan Serius Ruang Fiskal
Polda NTB Ungkap Tambang Emas Ilegal Sekotong, Alat Berat dan Bahan Kimia Jadi Bukti Kunci
Isu Kehilangan Dana Ramai, INDODAX Tegaskan Sistem Aman Dan Ungkap Faktor Eksternal Akses Ilegal
Stok Beras Bulog Capai 3,39 Juta Ton, Pemerintah Naikkan Target Serapan 2026 Jadi 4 Juta Ton
Biaya Politik Ratusan Miliar Jadi Sorotan, Pilkada Jalan Tengah Dianggap Solusi Moderat
8 Negara Penguasa Tambang Dunia 2025, Dari Australia Hingga Amerika Serikat