BISNIS24JAM.COM - Apakah industri garmen dalam negeri bisa bangkit jika ban impor baju bekas ditegakkan sepenuhnya?
Ekonom Anthony Budiawan menegaskan pentingnya dukungan terhadap kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memperketat larangan impor pakaian bekas ilegal.
Menurut Anthony, impor barang bekas adalah bentuk dumping yang merugikan produsen nasional dan bisa mematikan industri garmen lokal.
Baca Juga: DPR Soroti Impor Kedelai 2,6 Juta Ton dan Mendesak Pemerintah Prioritaskan Komoditas Strategis
Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Bambang Widjojanto, ia menyatakan bahwa “impor barang bekas… membuat beberapa industri kita tutup.”
Regulasi Tegas dari Pemerintah
Kementerian Perdagangan (Kemendag) kemudian menjelaskan bahwa impor pakaian bekas dilarang.
Berdasarkan Permendag Nomor 40 Tahun 2022, dan barang bekas impor yang beredar berarti ilegal menurut Ditjen Perlindungan Konsumen.
Baca Juga: Masuk 250 Ton Beras Ilegal ke Sabang, Pemerintah Pastikan Tak Ada Izin Dan Siapkan Sanksi Tegas
Menteri Keuangan Purbaya sendiri merencanakan sanksi berupa denda materiil, hukuman pidana, dan blacklist untuk importir yang terlibat.
Dampak Terhadap Pasar Domestik
Larangan ini tidak hanya soal aturan tetapi juga soal keadilan kompetitif.
Sebab, produk lokal dianggap sudah cukup kompetitif dari segi harga dan kualitas.
Baca Juga: Masuk 250 Ton Beras Ilegal ke Sabang, Pemerintah Pastikan Tak Ada Izin Dan Siapkan Sanksi Tegas
Anggota DPR pun menyambut langkah Purbaya, menyatakan bahwa pengenaan blacklist terhadap pelaku impor akan “memutus mata rantai peredaran pakaian bekas di Indonesia.”
Solusi untuk Menaikkan Daya Beli Masyarakat
Anthony juga menyoroti argumen daya beli rendah sebagai pembenaran impor baju bekas ilegal.
Artikel Terkait
Apakah Target Pertumbuhan 5,4 Persen 2026 Realistis? INDEF Ungkap Ketimpangan dan Tantangan
Investasi Rusia 2025: Sistema Group Tawarkan Kerja Sama Kapal Listrik dan Obat Murah
Pemerintah Sita 250 Ton Beras Ilegal di Sabang, Stok Nasional Tembus 3,8 Juta Ton
MUI Rilis Fatwa Pajak Berkeadilan, Soroti PBB dan Sembako yang Dinilai Tidak Tepat Dipungut
Wafat Usai Bermain Golf, Ini Alasan Pakar Hukum Desak Investigasi Transparan Kematian Dirut BJB
Vonis Eks-Direksi: Kerugian Dipatok Lebih Tinggi dari Temuan BPK, Risiko Kriminalisasi Bisnis Menguat
3 Polisi Aktif di ESDM Dipertanyakan Setelah Putusan MK, Bahlil Tunggu Kajian Resmi Pemerintah
Skema Korupsi Petral 2009-2015 Terbongkar, Kejagung Kejar Buronan Mohammad Riza Chalid
Masuk 250 Ton Beras Ilegal ke Sabang, Pemerintah Pastikan Tak Ada Izin Dan Siapkan Sanksi Tegas
DPR Soroti Impor Kedelai 2,6 Juta Ton dan Mendesak Pemerintah Prioritaskan Komoditas Strategis