Ia menyatakan bahwa meski banyak warga berpenghasilan di bawah upah minimum, membiarkan industri lokal kalah karena “alasan itu” justru memperparah kemiskinan dan menambah beban ekonomi jangka panjang.
Baca Juga: Skema Korupsi Petral 2009-2015 Terbongkar, Kejagung Kejar Buronan Mohammad Riza Chalid
Menurutnya, solusi yang lebih tepat adalah dengan subsidi garmen lokal atau menaikkan upah pekerja, bukan memberi ruang kepada impor ilegal.
Tantangan Pengawasan Jalur Hitam
Meski kebijakan semakin tegas, upaya pengawasan menjadi krusial.
Menurut laporan, terdapat sekitar 1.800 “jalur tikus” yang diduga luput dari pantauan Bea Cukai untuk impor baju bekas ilegal.
Baca Juga: 3 Polisi Aktif di ESDM Dipertanyakan Setelah Putusan MK, Bahlil Tunggu Kajian Resmi Pemerintah
Tantangan ini menunjukkan bahwa regulasi saja belum cukup; diperlukan sinergi aparat penegak hukum dan lembaga bea cukai.
Dukungan Aparat Penegak Hukum
Bareskrim Polri menyatakan dukungannya penuh terhadap penindakan terhadap para importir baju bekas ilegal.
Sementara itu, pemerintah juga meminta platform e-commerce menutup akses penjualan barang bekas impor ilegal untuk melindungi pasar lokal.****
Artikel Terkait
Apakah Target Pertumbuhan 5,4 Persen 2026 Realistis? INDEF Ungkap Ketimpangan dan Tantangan
Investasi Rusia 2025: Sistema Group Tawarkan Kerja Sama Kapal Listrik dan Obat Murah
Pemerintah Sita 250 Ton Beras Ilegal di Sabang, Stok Nasional Tembus 3,8 Juta Ton
MUI Rilis Fatwa Pajak Berkeadilan, Soroti PBB dan Sembako yang Dinilai Tidak Tepat Dipungut
Wafat Usai Bermain Golf, Ini Alasan Pakar Hukum Desak Investigasi Transparan Kematian Dirut BJB
Vonis Eks-Direksi: Kerugian Dipatok Lebih Tinggi dari Temuan BPK, Risiko Kriminalisasi Bisnis Menguat
3 Polisi Aktif di ESDM Dipertanyakan Setelah Putusan MK, Bahlil Tunggu Kajian Resmi Pemerintah
Skema Korupsi Petral 2009-2015 Terbongkar, Kejagung Kejar Buronan Mohammad Riza Chalid
Masuk 250 Ton Beras Ilegal ke Sabang, Pemerintah Pastikan Tak Ada Izin Dan Siapkan Sanksi Tegas
DPR Soroti Impor Kedelai 2,6 Juta Ton dan Mendesak Pemerintah Prioritaskan Komoditas Strategis