BISNIS24JAM.COM - Bagaimana Indonesia menjaga industri manufaktur tetap kompetitif ketika pasar global dibanjiri produk murah, tekanan overcapacity meningkat, dan impor ilegal terus menekan harga?
Pertanyaan itu kini dijawab pemerintah melalui rangkaian strategi baru yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah menyiapkan kebijakan komprehensif untuk memperkuat iklim usaha manufaktur di tengah tekanan eksternal yang terus meningkat.
Baca Juga: 3 Fakta Anomali Bandara IMIP Tanpa Imigrasi dan Bea Cukai yang Diungkap Menhan Sjafrie
Termasuk masuknya produk impor berharga rendah dan overcapacity dari Tiongkok yang berdampak pada beberapa sektor strategis.
Purbaya menegaskan langkah-langkah ini dibutuhkan karena sektor manufaktur mencatat pertumbuhan 5,54 persen pada Kuartal III-2025, sehingga stabilitasnya menjadi kunci keberlanjutan ekonomi nasional.
Penataan Impor Tekstil Melalui Mekanisme Perlindungan Terukur
Untuk sektor tekstil, pemerintah fokus pada penataan impor ilegal agar tidak mengganggu struktur biaya produsen domestik yang kini menghadapi persaingan ketat dari produk murah global.
Baca Juga: 12 Penambang Ilegal Ditangkap di TN Tanjung Puting, Aktivitas PETI Sungai Sekonyer Terbongkar
Purbaya menyebut regulasi kawasan berikat akan diperbaiki untuk memastikan arus barang lebih terkontrol.
Termasuk melalui penguatan penerapan Bea Masuk Anti Dumping dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan secara terukur.
Ia menjelaskan bahwa BMAD dan BMTP dibutuhkan untuk menahan praktik impor tidak sehat yang dapat mengancam kapasitas produksi nasional, terutama di rantai pasok tekstil dan garmen.
Baca Juga: Ekspor Freeport Tertahan Sebabkan Ekonomi Papua Tengah Minus 8 Persen, Mendagri Lapor Presiden
Kebijakan Tembakau Dipertahankan untuk Menjaga Stabilitas Industri
Untuk industri tembakau, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan tarif cukai dalam waktu dekat agar struktur biaya produksi tetap stabil bagi pelaku usaha.
Purbaya menekankan bahwa stabilitas tarif cukai penting untuk menjaga keberlanjutan industri padat karya.
Artikel Terkait
DPR Soroti Impor Kedelai 2,6 Juta Ton dan Mendesak Pemerintah Prioritaskan Komoditas Strategis
Mahfud MD Paparkan 30 Tahun Kemerosotan Demokrasi Disertai Lonjakan Korupsi dari Miliar ke Triliunan
Impor Baju Bekas Ilegal Tembus 1.800 Jalur Tikus, Ekonom Desak Regulasi Baru Pemerintah
Dana Pemda Rp203 Triliun Mengendap, Prabowo Minta Penjelasan soal Serapan Anggaran 2025
Wacana Redenominasi: 10 Tahun Mandek, Ekonom Sebut Tidak Ada Urgensi Kebijakan Mata Uang Baru
Penguatan Diplomasi: Mengapa RI Tambah Wakil Dubes di Beijing di Tengah Lonjakan Investasi Tiongkok
Sebanyak 40,4 Ton Beras Ilegal Disegel di Batam Saat Stok Nasional Tembus 3,8 Juta Ton Bulog
Ekspor Freeport Tertahan Sebabkan Ekonomi Papua Tengah Minus 8 Persen, Mendagri Lapor Presiden
12 Penambang Ilegal Ditangkap di TN Tanjung Puting, Aktivitas PETI Sungai Sekonyer Terbongkar
3 Fakta Anomali Bandara IMIP Tanpa Imigrasi dan Bea Cukai yang Diungkap Menhan Sjafrie