BISNIS24JAM.COM - Bagaimana pergantian Kepala Daerah dapat membuat ratusan triliun rupiah dana publik tertahan dan tidak segera mengalir ke masyarakat?
Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/11/2025), Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan alasan dana pemerintah daerah senilai Rp 203 triliun masih mengendap di bank.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa banyak kepala daerah baru dilantik pada Februari 2025.
Baca Juga: Mahfud MD Paparkan 30 Tahun Kemerosotan Demokrasi Disertai Lonjakan Korupsi dari Miliar ke Triliunan
Sehingga proses penyusunan kepala dinas dan pejabat teknis memerlukan waktu yang membuat pelaksanaan belanja tertunda.
Tito menjelaskan bahwa pergantian pejabat memengaruhi stabilitas perencanaan program sehingga sejumlah pengadaan harus ditinjau ulang sesuai arah kebijakan kepala daerah yang baru.
Proses tersebut dinilai umum terjadi pada tahun politik ketika jadwal penyerapan anggaran relatif padat dan rawan perubahan struktur organisasi perangkat daerah.
Baca Juga: Impor Baju Bekas Ilegal Tembus 1.800 Jalur Tikus, Ekonom Desak Regulasi Baru Pemerintah
Kesiapan Pembayaran Proyek dan Gaji Awal Tahun Menjadi Alasan Lain
Menurut Tito, sebagian daerah tengah menahan anggaran untuk membayar kontrak proyek yang rampung pada bulan Desember sehingga dana harus dicadangkan untuk menghindari tunggakan.
Ia menegaskan pemda juga perlu mempersiapkan gaji pegawai dan biaya operasional Januari karena transfer pusat kemungkinan cair setelah tanggal 10.
Sehingga dana cadangan diperlukan untuk memastikan layanan publik tetap berjalan.
Pemerintah pusat mengingatkan pemda agar tidak menunda eksekusi belanja yang sudah siap agar tidak berdampak pada masyarakat yang membutuhkan layanan dan pekerjaan.
Baca Juga: DPR Soroti Impor Kedelai 2,6 Juta Ton dan Mendesak Pemerintah Prioritaskan Komoditas Strategis
Serapan Belanja Penting untuk Menjaga Aktivitas Ekonomi Lokal
Pemerintah menetapkan standar minimal serapan belanja di atas 75 persen untuk menjaga perputaran uang dan mendorong pertumbuhan ekonomi terutama menjelang akhir tahun.
Artikel Terkait
Pemerintah Sita 250 Ton Beras Ilegal di Sabang, Stok Nasional Tembus 3,8 Juta Ton
MUI Rilis Fatwa Pajak Berkeadilan, Soroti PBB dan Sembako yang Dinilai Tidak Tepat Dipungut
Wafat Usai Bermain Golf, Ini Alasan Pakar Hukum Desak Investigasi Transparan Kematian Dirut BJB
Vonis Eks-Direksi: Kerugian Dipatok Lebih Tinggi dari Temuan BPK, Risiko Kriminalisasi Bisnis Menguat
3 Polisi Aktif di ESDM Dipertanyakan Setelah Putusan MK, Bahlil Tunggu Kajian Resmi Pemerintah
Skema Korupsi Petral 2009-2015 Terbongkar, Kejagung Kejar Buronan Mohammad Riza Chalid
Masuk 250 Ton Beras Ilegal ke Sabang, Pemerintah Pastikan Tak Ada Izin Dan Siapkan Sanksi Tegas
DPR Soroti Impor Kedelai 2,6 Juta Ton dan Mendesak Pemerintah Prioritaskan Komoditas Strategis
Mahfud MD Paparkan 30 Tahun Kemerosotan Demokrasi Disertai Lonjakan Korupsi dari Miliar ke Triliunan
Impor Baju Bekas Ilegal Tembus 1.800 Jalur Tikus, Ekonom Desak Regulasi Baru Pemerintah