Aturan teknis tengah difinalisasi oleh Kementerian Keuangan dan ditargetkan terbit sebelum akhir 2025.
Baca Juga: Kejar Target Lifting, ESDM Tawarkan 8 Blok Migas Baru Dengan Potensi Miliaran Barel
Skema tarif yang dibahas berada di kisaran 1–5 persen, mengikuti referensi harga batu bara internasional.
Menjaga Stabilitas Industri dan Iklim Investasi
Bahlil menegaskan pemerintah tetap mengedepankan keseimbangan antara kepentingan fiskal dan keberlanjutan investasi sektor tambang.
Dialog dengan asosiasi industri disebut terus dilakukan untuk memastikan kebijakan berjalan adil dan terukur.
Baca Juga: Anak Usaha BUMA Perpanjang Kontrak Tambang Batu Bara Rp8,22 Triliun Hingga 2030 di Australia
“Kami ingin industri tetap sehat, investasi jalan, dan negara mendapat manfaat optimal,” kata Bahlil.
Kebijakan ini diposisikan sebagai instrumen adaptif menghadapi dinamika pasar energi global tanpa mengorbankan daya saing nasional.****
Artikel Terkait
ELPI Menang Tender Armada Kapal Rp2,39 Triliun, Kontrak Genting FLNG Amankan Pendapatan Hingga 18 Tahun
UBS AG London Jual 627,35 Juta Saham BUMI, Raup Dana Segar Rp229,61 Miliar untuk Lindung Nilai Derivatif
Kontrak Rp8,22 Triliun Hingga 2030, BUMA Perkuat Posisi di Tambang Batu Bara Blackwater Australia
Jejak 7 Korporasi dan Dana Asing Perbankan Tiongkok Berada di Balik Rusaknya Batang Toru
Harga Minyakita Tembus Rp18.000, 2 Korporasi Produsen Diduga Langgar Aturan HET Rp15.700
Hashim Klarifikasi Isu Sawit Presiden Prabowo: Data LHKPN Tunjukkan Nol Kepemilikan Lahan
Lelang Sebanyak 8 Blok Migas Resmi Dibuka ESDM, Papua dan Natuna Jadi Fokus Eksplorasi Baru
8 Miliarder Dunia Kuasai Jutaan Hektare Hutan, Dari Konservasi Hingga Investasi Karbon Masa Depan
Saat Perceraian Jadi Konsumsi Publik: Kasus Ridwan Kamil Disorot 120 Ribu Akun Media Sosial
RUPS LB 23 Desember 2025: 2 Direksi Krakatau Steel Diganti, Ini Susunan Manajemen Terbarunya