• Sabtu, 18 April 2026

ESDM Atur Kuota 2026 Saat Indonesia Dominasi Batu Bara dan Nikel Dunia Demi Stabilitas Harga

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Rabu, 28 Januari 2026 | 20:41 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. 7. Industri pertambangan nasional berperan penting dalam rantai pasok global kendaraan listrik. (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. 7. Industri pertambangan nasional berperan penting dalam rantai pasok global kendaraan listrik. (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)

BISNIS24JAM.COM - Apakah Indonesia masih sekadar pengekspor bahan mentah, atau telah bertransformasi menjadi aktor utama yang menentukan arah harga komoditas tambang global?

Ketika hampir separuh perdagangan batu bara dan mayoritas pasokan nikel dunia berasal dari Tanah Air, sejauh mana kekuatan ini dimanfaatkan untuk kepentingan nasional?

Indonesia kian mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam pasar komoditas global, khususnya batu bara dan nikel, berdasarkan laporan terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per Januari 2026.

Baca Juga: Ketegasan ESDM: Puluhan IUP Tambang Tìdak Patuh Reklamasi Terancam Dicabut Awal 2026

Dominasi tersebut tidak hanya tercermin dari volume produksi, tetapi juga dari kebijakan pengendalian pasokan yang mulai memengaruhi pergerakan harga dunia.

Dominasi Batu Bara Menguatkan Posisi Indonesia di Pasar Global

Indonesia saat ini menguasai sekitar 43 persen dari total perdagangan batu bara dunia dengan suplai mencapai 514 juta ton dari total volume global sekitar 1,3 miliar ton.

Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai eksportir batu bara terbesar dunia, melampaui Australia dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Tragedi 11 Gurandil Tewas di Gunung Pongkor, Uji Ketegasan Penutupan Tambang Ilegal Jabar

Namun, besarnya volume tersebut juga memicu tekanan harga ketika pasokan tidak seimbang dengan permintaan global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah akan melakukan penyesuaian produksi batu bara melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

“Kami akan memangkas produksi agar tidak terjadi oversupply yang membuat harga jatuh,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi Kementerian ESDM.

Baca Juga: PLTS 262 MWp Morowali Dapat Suntikan Sriwijaya 20 Juta Dolar AS untuk Pasokan Listrik Industri

Langkah ini diarahkan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus keberlanjutan industri pertambangan nasional.

Penyesuaian produksi tersebut juga dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia mulai beralih dari pendekatan berbasis volume menuju pengelolaan berbasis nilai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X