NEWS SUMMARY:
- Korporasi energi Ormat menunjukkan teknologi global melampaui batas negara, dengan kepemilikan saham kini didominasi investor institusional internasional.
- Penunjukan Ormat mengelola WKP Telaga Ranu 40 MW memperkuat strategi Indonesia menuju net zero emission 2060 melalui energi panas bumi.
- Ahli geothermal Riki Ibrahim menegaskan inovasi energi lahir dari kolaborasi global, bukan identitas politik, agama, atau kebangsaan tertentu.
BISNIS24JAM.COM - Apakah Indonesia bisa mencapai kemandirian energi tanpa kolaborasi teknologi internasional?
Mengapa proyek geothermal justru memperlihatkan bahwa kerja sama global menjadi kunci masa depan energi nasional?
Ketika geopolitik memanas, apakah sektor energi terbarukan mampu tetap berjalan profesional dan bebas dari konflik identitas negara?
Baca Juga: Tambang Emas Aceh, Dari Sungai Kerajaan Hingga Tantangan Tata Kelola Tambang Indonesia Modern
Indonesia Mempercepat Transisi Energi Melalui Investasi Panas Bumi Global
Pemerintah Indonesia resmi menunjuk Ormat mengelola WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat berkapasitas 40 MW sebagai bagian strategi percepatan energi bersih nasional.
Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 menjadi langkah konkret pemerintah dalam mencapai target net zero emission 2060 melalui pengembangan geothermal.
Riki Ibrahim, dosen senior Magister Energi Terbarukan Universitas Darma Persada, menyebut investasi tersebut memperlihatkan meningkatnya kepercayaan global terhadap potensi panas bumi Indonesia.
Baca Juga: Pertamina Siaga Ramadan dan Idulfitri 2026, Pasokan Energi Dipastikan Aman untuk Pemudik
Ia menilai peningkatan investasi Ormat mencerminkan industri geothermal dunia semakin inovatif sekaligus kompetitif dalam menyediakan listrik rendah emisi karbon.
Kebijakan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan energi panas bumi terbesar di dunia.
Transformasi Ormat, Dari Startup Teknologi Menjadi Korporasi Energi Dunia
Ormat bermula sebagai startup teknologi Israel pada 1965 ketika Lucien dan Yehudit Bronicki mengembangkan teknologi ORC untuk pembangkit energi efisiensi tinggi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Disambut Putra Mahkota Yordania dan Jet Tempur F16, Diplomasi Indonesia Makin Aktif
Teknologi tersebut kemudian berkembang menjadi standar industri panas bumi internasional dan digunakan pada berbagai proyek energi terbarukan lintas benua.
Artikel Terkait
Stimulus Likuiditas Berlanjut, Penempatan Dana Rp200 Triliun untuk Dorong Kredit Tumbuh Double Digit
Rencana Impor Kendaraan Kopdes Tunggu Arahan Presiden, Pemerintah Hitung Dampak Ekonomi
Investasi Panas Bumi Indonesia Kembali Disorot Usai Ormat Menang Lelang WKP Telaga Ranu Halmahera Barat
Jejak Tambang Emas Bogor Dari Pajajaran Hingga Pongkor Modern Dan Masa Depan Ekonomi Mineral Jawa Barat
Polemik PHK Mie Sedaap Gresik Jelang Lebaran Ungkap Kerentanan Pekerja Outsourcing Industri Manufaktur
Jet Tempur F16 Sambut Prabowo di Amman, Apa Makna Diplomasi Indonesia dengan Kerajaan Yordania
Mengenal Ormat Technologies. Sejarah Afiliasi Israel dan Struktur Kepemilikan Global dalam Bisnis Energi
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Bernilai 33 Miliar Dolar AS Picu Perubahan Strategi Perdagangan Global
Kesiapan Pertamina Hadapi Mudik Lebaran Fokus Pada Pasokan BBM Stabil dan Kenyamanan Perjalanan
Mengungkap Sejarah Tambang Emas Aceh, Warisan Ekonomi Kesultanan yang Relevan Bagi Masa Kini