BISNIS24JAM.COM - Benarkah Gunung Slamet kembali dirambah tambang, atau publik sedang digiring oleh potongan visual tanpa konteks yang menyesatkan?
Mengapa isu bukaan lahan lama bisa berubah menjadi tudingan aktivitas pertambangan aktif yang memicu keresahan publik nasional?
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak terdapat aktivitas pertambangan aktif di Gunung Slamet sebagaimana isu yang viral di media sosial.
Bukaan lahan yang dipersoalkan publik merupakan jejak lama eksplorasi panas bumi yang telah dihentikan sejak beberapa tahun lalu.
Penegasan tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM melalui hasil peninjauan lapangan resmi Desember 2025.
Hasil Verifikasi Lapangan dan Data Citra Satelit Terkini
Tim Ditjen Gakkum ESDM melakukan inspeksi langsung pada 13 Desember 2025 di area yang disebut sebagai lokasi dugaan tambang.
Baca Juga: RUPSLB Bank Mandiri 2025: Pengalaman 3 Dekade Jadi Modal Zulkifli Zaini Awasi Tata Kelola
Hasil pemeriksaan memastikan tidak ada alat berat, aktivitas pengeboran, maupun operasi pertambangan di kawasan tersebut.
Citra satelit Sentinel-2 tertanggal 30 Mei 2025 menunjukkan area bekas bukaan lahan telah ditumbuhi vegetasi alami secara bertahap.
Asal Usul Bukaan Lahan Eksplorasi Panas Bumi Lama
Bukaan lahan terjadi pada periode 2017 hingga 2018 untuk mendukung eksplorasi panas bumi oleh korporasi PT Sejahtera Alam Energi.
Baca Juga: Lelang Sah Tapi Aset Tak Bisa Diambil, Dugaan Manipulasi MFO Korporasi Negara Menguat
Kegiatan tersebut meliputi pembangunan jalan akses rig, kolam pemboran, dan tiga sumur eksplorasi sesuai kaidah teknis geologi.
Seluruh aktivitas eksplorasi dihentikan dan tidak berlanjut ke tahap produksi maupun pertambangan komersial.