BISNIS24JAM.COM - Apakah pengalaman manajemen senior dapat mengokohkan struktur pengawasan korporasi Bank Mandiri di tengah dinamika industri perbankan nasional?
Itulah pertanyaan yang muncul setelah hasil RUPSLB 19 Desember 2025 diumumkan.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi menunjuk Zulkifli Zaini sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 19 Desember 2025.
Baca Juga: Aset MFO Korporasi Negara Diduga Dimanipulasi, Selisih Data 800 Kiloliter Hambat Eksekusi Lelang
Keputusan ini diambil setelah pemegang saham menyetujui perombakan struktur dewan komisaris yang dinilai strategis untuk memperkuat fungsi pengawasan korporasi.
Dalam susunan terbaru, M. Rudy Salahuddin Ramto diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama, menggantikan Zainudin Amali, sementara B. Bintoro Kunto Pardewo ditunjuk sebagai Komisaris Independen.
Zulkifli Zaini: Kembalinya Tokoh Senior di Lingkungan Korporasi Perbankan
Zulkifli Zaini bukan figur baru di dunia perbankan nasional maupun di Bank Mandiri. Ia pernah menjabat Direktur Utama Bank Mandiri periode 2010–2013, sebelum kemudian menempati posisi strategis lain di berbagai korporasi.
Baca Juga: Oversupply Global Jadi Bumerang, Pemerintah Pangkas Produksi Nikel dan Batu Bara Mulai 2026
Lahir tahun 1956, karier Zulkifli dimulai di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) pada 1988, yang kemudian melebur menjadi Bank Mandiri.
Pengalaman panjangnya mencakup posisi komisaris maupun pemimpin di berbagai korporasi negara, termasuk di korporasi listrik dan perbankan.
Pengangkatan Zulkifli diharapkan dapat memperkuat pengawasan atas rencana strategis Bank Mandiri, terutama di tengah persaingan ketat di sektor perbankan dan percepatan transformasi digital.
Baca Juga: Kasus Rp 2,7 Triliun Investree: Mantan CEO Adrian Gunadi Ditangkap, OJK Bongkar Dugaan Dana Ilegal
Fungsi Pengawasan Menjadi Fokus Utama Bank Mandiri
Dalam keputusan RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan serta delegasi wewenang persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran untuk tahun 2026.
Manajemen Bank Mandiri menyatakan bahwa perombakan ini mencerminkan kebutuhan korporasi untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko.
Artikel Terkait
Rp6,97 Triliun Terancam Hilang, BPK Nilai Harga Solar Industri Korporasi Pertamina Patra Niaga Bermasalah
BPK Bongkar Risiko Kerugian Rp6,97 Triliun dari Harga Solar Industri Pertamina Patra Niaga
Danantara – BP BUMN Siapkan 1.066 Relawan, 109 Truk Bantuan, dan 15.000 Huntara Pemulihan Bencana
BUMN Peduli Bencana Sumatera, 1.066 Relawan dan 109 Truk Bantuan Mulai Dikerahkan
Penanganan Bencana Sumatera: BUMN Kerahkan 1.066 Relawan, Siapkan 109 Truk Bantuan Kemanusiaan
Fathurroji NK Berhasil Meraih Penghargaan Blogger Terpopuler 2025 di SeedBacklink Summit 2026
Produksi Cabai Desember 2025 Tembus 236 Ribu Ton, Bapanas Pastikan Pasokan Aman Hingga Idulfitri
Kasus Rp 2,7 Triliun Investree: Mantan CEO Adrian Gunadi Ditangkap, OJK Bongkar Dugaan Dana Ilegal
Oversupply Global Jadi Bumerang, Pemerintah Pangkas Produksi Nikel dan Batu Bara Mulai 2026
Aset MFO Korporasi Negara Diduga Dimanipulasi, Selisih Data 800 Kiloliter Hambat Eksekusi Lelang