BISNIS 24 JAM - Apakah temuan indikasi emas di tambang logam dasar menandai perubahan arah bisnis sebuah korporasi tambang nasional?
Sejauh mana potensi ini benar-benar bernilai ekonomi dan bukan sekadar temuan awal geologi yang masih memerlukan pembuktian ilmiah lanjutan?
Indikasi Emas ZINC Dalam Konteks Geologi dan Regulasi Nasional
PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) melaporkan penemuan indikasi mineral emas di prospek Gojo dalam wilayah IUP seluas 5.569 hektar di Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara: KPK Selidiki Aliran Dana hingga Kantor Pusat DJP
Eksplorasi tersebut dilakukan secara mandiri oleh tim internal dengan total biaya sekitar Rp421 juta sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi korporasi.
Selama ini, korporasi dikenal memproduksi seng, timbal, dan perak, sehingga temuan emas dinilai membuka peluang diversifikasi komoditas jangka panjang.
Kementerian ESDM Nilai Temuan Emas Sebagai Fenomena Lumrah
Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan temuan emas tersebut wajar secara geologis.
Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Poboya Memanas: 4 Data Kontras Pernyataan Wakapolda dan Gubernur Sulteng
Menurut Tri Winarno, emas kerap terbentuk bersamaan dengan perak, timbal, dan seng dalam satu sistem mineralisasi alami.
“Ini bukan barang pabrik, pada saat pembentukan memang bisa ada emasnya,” ujar Tri Winarno dalam keterangan resmi ESDM, Januari 2026.
Kewajiban Pelaporan dan Prinsip Akuntabilitas Pertambangan
Kementerian ESDM mengingatkan setiap penemuan mineral baru wajib dilaporkan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga: Greenland Jadi Sorotan: Presiden Emmanuel Macron Kirim Pasukan, Jaga Kepentingan Eropa di Arktik
Pelaporan ini diperlukan untuk menjaga transparansi, akuntabilitas cadangan, serta keberlanjutan pengelolaan sumber daya mineral nasional.
Pemerintah menegaskan temuan indikasi belum dapat disamakan dengan cadangan terbukti tanpa kajian lanjutan yang komprehensif.