• Sabtu, 18 April 2026

Hilirisasi Bauksit: Harga Bijih 40 Dolar AS Berubah Menjadi Aluminium Bernilai 2.900 per Dolar AS Ton

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Rabu, 14 Januari 2026 | 22:30 WIB
Pengembangan industri aluminium dinilai krusial bagi transisi energi dan ekonomi hijau. (Dok. mind.id)
Pengembangan industri aluminium dinilai krusial bagi transisi energi dan ekonomi hijau. (Dok. mind.id)

BISNIS 24 JAM - Apakah Indonesia akan terus mengekspor bauksit mentah dengan nilai rendah di tengah cadangan mineral yang melimpah?

Seberapa besar lonjakan nilai ekonomi yang bisa diperoleh jika bauksit diolah hingga menjadi aluminium bernilai tinggi?

Indonesia memasuki fase krusial hilirisasi bauksit dengan potensi nilai tambah ekonomi yang diproyeksikan mencapai Dolar AS 3,8 triliun dari pengolahan alumina hingga aluminium.

Baca Juga: Pajak Tahun 2026 Ditargetkan Melonjak 23 Persen, Apindo Nilai Ruang Fiskal Kian Terbatas

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan harga bauksit mentah hanya sekitar Dolar AS 40 per ton, namun melonjak menjadi Dolar AS 2.900 per ton setelah diolah menjadi aluminium.

Pemerintah menilai hilirisasi menjadi instrumen strategis untuk mendorong industrialisasi, memperkuat struktur ekonomi, dan mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah.

Lonjakan Nilai Tambah Bauksit Dari Hulu Hingga Hilir

Indonesia memiliki sumber daya bauksit sebesar 7,78 miliar ton yang tersebar di berbagai wilayah penghasil mineral nasional.

Baca Juga: Saat Banjir Belum Surut, Wapres Gibran Dengar Langsung Kritik Mahasiswa Soal Kerusakan Lingkungan

Dengan volume tersebut, potensi produksi alumina diperkirakan mencapai 2,59 miliar ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp17.435 triliun berdasarkan kurs Rp16.834 per Dolar AS.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah dan daya saing industri mineral nasional.

Menurut Tri Winarno, pengolahan bauksit memberikan multiplier effect signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan industri turunan.

Baca Juga: Restrukturisasi Jangka Panjang Terus Berlanjut, Citigroup Kurangi Ribuan Tenaga Kerja

Peran Smelter Alumina dalam Strategi Industrialisasi Nasional

Pemerintah mendorong pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) sebagai fondasi industri aluminium dalam negeri.

Fasilitas ini dirancang untuk memastikan ketersediaan bahan baku industri logam ringan bagi sektor transportasi, konstruksi, dan energi terbarukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X