BISNIS 24 JAM - Apakah Indonesia akan terus mengekspor bauksit mentah dengan nilai rendah di tengah cadangan mineral yang melimpah?
Seberapa besar lonjakan nilai ekonomi yang bisa diperoleh jika bauksit diolah hingga menjadi aluminium bernilai tinggi?
Indonesia memasuki fase krusial hilirisasi bauksit dengan potensi nilai tambah ekonomi yang diproyeksikan mencapai Dolar AS 3,8 triliun dari pengolahan alumina hingga aluminium.
Baca Juga: Pajak Tahun 2026 Ditargetkan Melonjak 23 Persen, Apindo Nilai Ruang Fiskal Kian Terbatas
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan harga bauksit mentah hanya sekitar Dolar AS 40 per ton, namun melonjak menjadi Dolar AS 2.900 per ton setelah diolah menjadi aluminium.
Pemerintah menilai hilirisasi menjadi instrumen strategis untuk mendorong industrialisasi, memperkuat struktur ekonomi, dan mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah.
Lonjakan Nilai Tambah Bauksit Dari Hulu Hingga Hilir
Indonesia memiliki sumber daya bauksit sebesar 7,78 miliar ton yang tersebar di berbagai wilayah penghasil mineral nasional.
Baca Juga: Saat Banjir Belum Surut, Wapres Gibran Dengar Langsung Kritik Mahasiswa Soal Kerusakan Lingkungan
Dengan volume tersebut, potensi produksi alumina diperkirakan mencapai 2,59 miliar ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp17.435 triliun berdasarkan kurs Rp16.834 per Dolar AS.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah dan daya saing industri mineral nasional.
Menurut Tri Winarno, pengolahan bauksit memberikan multiplier effect signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan industri turunan.
Baca Juga: Restrukturisasi Jangka Panjang Terus Berlanjut, Citigroup Kurangi Ribuan Tenaga Kerja
Peran Smelter Alumina dalam Strategi Industrialisasi Nasional
Pemerintah mendorong pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) sebagai fondasi industri aluminium dalam negeri.
Fasilitas ini dirancang untuk memastikan ketersediaan bahan baku industri logam ringan bagi sektor transportasi, konstruksi, dan energi terbarukan.
Artikel Terkait
RDMP Kilang Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Dihentikan dan Surplus 4 Juta Kiloliter Diproyeksikan 2026
Presiden Prabowo Subianto Dorong Pembenahan BUMN: Integritas Direksi Jadi Kunci Perbaikan Kinerja
Daftar Terkini Forbes 2026: 6 Sektor Penopang untuk Masuk Kelompok 10 Orang Terkaya Indonesia
KPP Madya Jakarta Utara Disorot, KPK Duga Rekayasa PBB Sebesar Rp59,3 Miliar lewat Kontrak Fiktif
Peringkat BBB Fitch Ratings untuk Obligasi Indonesia, Apa Dampaknya bagi Investor Global?
Rugi 20,1 Juta Dolar AS pada 2023, Pelita Air Service Disorot soal Remunerasi Manajemen
Ekonomi Lokal Lumpuh: Dampak Penutupan Tambang Rakyat Cigudeg bagi Ribuan Pekerja
Saat Banjir Belum Surut, Wapres Gibran Dengar Langsung Kritik Mahasiswa Soal Kerusakan Lingkungan
Restrukturisasi Jangka Panjang Terus Berlanjut, Citigroup Kurangi Ribuan Tenaga Kerja
Pajak Tahun 2026 Ditargetkan Melonjak 23 Persen, Apindo Nilai Ruang Fiskal Kian Terbatas