• Sabtu, 18 April 2026

Aksi 14 Januari 2026: Ratusan Warga Cianjur Kepung Alat Berat Proyek PLTP Geothermal

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Kamis, 15 Januari 2026 | 17:25 WIB
Aksi penolakan PLTP Gunung Gede Pangrango kembali terjadi setelah segel alat berat dilanggar. (Dok. gedepangrango.org)
Aksi penolakan PLTP Gunung Gede Pangrango kembali terjadi setelah segel alat berat dilanggar. (Dok. gedepangrango.org)

BISNIS24JAM.COM - Mengapa alat berat proyek PLTP bisa kembali beroperasi meski telah disegel warga di lereng Gunung Gede Pangrango?

Apakah pelanggaran kesepakatan ini menjadi pemicu memburuknya kepercayaan publik terhadap proyek energi panas bumi?

Ratusan warga Kampung Pasir Cina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Cianjur, mengusir alat berat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi pada Rabu, 14 Januari 2026, setelah segel warga dilanggar.

Baca Juga: JPMorgan Borong Saham BRPT dan CUAN, Sinyal Positif Pasar Modal Indonesia di Awal Tahun 2025

Warga Segel Alat Berat Karena Kesepakatan Dinilai Dilanggar

Warga menyegel alat berat sejak Minggu, 11 Januari 2026, sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas pelebaran jalan proyek PLTP di lereng Gunung Gede Pangrango.

Penyegelan dilakukan setelah warga menilai belum ada kesepakatan sosial dan lingkungan yang jelas antara masyarakat dengan pengembang proyek geothermal.

Namun, alat berat tersebut kembali beroperasi secara diam-diam sehingga memicu kemarahan warga yang merasa kesepakatan bersama diabaikan.

Baca Juga: IATA Catat Produksi Batu Bara 3,56 Juta MT di 2025, Target 2026 Melonjak ke 7,85 Juta MT

Kronologi Aksi Pengusiran Alat Berat di Kampung Pasir Cina

Aksi bermula saat warga berunjuk rasa dan hendak melakukan audiensi ke Kantor Desa Cipendawa pada Rabu pagi.

Di tengah aksi, warga mendapat informasi bahwa alat berat kembali beroperasi sehingga massa bergerak menuju lokasi dan mengepung alat tersebut.

Perdebatan berlangsung selama beberapa jam hingga alat berat dipaksa keluar dari pemukiman dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI.

Baca Juga: Hilirisasi Bauksit dan Proyek SGAR Didorong Tekan Impor Aluminium yang Masih Mencapai 54 Persen

Warga Kawal Alat Berat Hingga Benar-Benar Turun Lokasi

Setelah alat berat keluar dari kampung, warga tidak langsung membubarkan diri dan memilih membuntuti kendaraan tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan alat berat benar-benar diturunkan dan tidak kembali memasuki kawasan pemukiman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X