energi

Fakta Kepemilikan Ormat Terbaru, Investasi Global Panas Bumi Indonesia dan Masa Depan Energi Bersih

Kamis, 26 Februari 2026 | 16:25 WIB
Ahli geothermal, Riki Ibrahjm. Proyek geothermal Indonesia bersama korporasi Ormat menjadi contoh nyata bagaimana investasi global dan inovasi teknologi mendukung ketahanan energi nasional berkelanjutan. (Dok. Kreasi Dola AI)

Pada 2004, Ormat Technologies menjadi korporasi publik di New York Stock Exchange sehingga kepemilikannya menyebar kepada investor global.

Akuisisi oleh ORIX Corporation Jepang pada 2017 menandai fase ekspansi besar sebelum kepemilikan kembali berubah mengikuti dinamika pasar modal internasional.

Baca Juga: Ormat Technologies dari Israel ke Korporasi Energi Global, Inilah Sang Pengendali Industri Panas Bumi

Pada 2026, kepemilikan saham terbesar berada pada investor institusional Amerika seperti BlackRock dan Vanguard yang mencerminkan karakter perusahaan global modern.

Peran Teknologi Asing dalam Membangun Kemandirian Energi Nasional Indonesia

Proyek Sarulla 330 MW, Gunung Salak 15 MW, dan Ijen 35 MW menunjukkan kontribusi nyata teknologi Ormat dalam meningkatkan kapasitas listrik panas bumi Indonesia.

Riki Ibrahim menegaskan Ormat tidak sekadar menjual teknologi tetapi ikut mengembangkan proyek geothermal secara langsung sehingga transfer pengalaman industri dapat terjadi.

Baca Juga: Impor 105.000 Pikap Kopdes Ditunda, Pemerintah Hitung Kesiapan Industri Otomotif Nasional

Menurutnya, pembangunan fasilitas produksi lokal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kandungan lokal serta memperkuat rantai pasok energi nasional.

Upaya tersebut dinilai mampu menekan biaya pembangkit sekaligus memperluas peluang industri dalam negeri berpartisipasi pada proyek energi terbarukan global.

Kolaborasi teknologi internasional justru dapat mempercepat kemandirian energi ketika dikelola melalui kebijakan nasional yang tepat.

Baca Juga: Tambang Emas Pongkor dan Sejarah Panjang Mineral Bogor, Kawasan Penting Bagi Ketahanan Ekonomi

Globalisasi Teknologi Energi Menunjukkan Sains Milik Seluruh Umat Manusia

Operasi Ormat kini tersebar di lebih dari 200 proyek dengan total kapasitas sekitar 3,2 GW di berbagai kawasan termasuk Afrika, Eropa, Asia, dan Amerika.

Turki menjadi salah satu pengguna terbesar dengan lebih dari 45 pembangkit berbasis turbin Ormat sejak 2006 dengan kapasitas melampaui 900 MW.

Riki Ibrahim menilai fenomena ini menunjukkan teknologi tidak pernah terikat identitas agama maupun negara selama membawa manfaat bagi masyarakat global.

Baca Juga: Polemik Afiliasi Ormat Muncul Setelah Menang Tender Panas Bumi Halmahera, Ini Implikasi Investasi Energi

Halaman:

Tags

Terkini