NEWS SUMMARY:
- Ketegangan Iran, Amerika Serikat, dan Israel berdampak pada jalur energi global termasuk distribusi minyak Indonesia.
- Pemerintah Indonesia melakukan mitigasi risiko guna menjaga stabilitas distribusi BBM nasional dari potensi gangguan logistik.
- Iran memberikan akses terbatas kepada negara yang dinilai netral seperti Tiongkok, India, Rusia, Irak dan Pakistan.
BISNIS24JAM.COM - Mengapa kapal tanker Indonesia belum mendapat akses saat Malaysia dan Thailand sudah diizinkan melintas?
Seberapa besar pengaruh diplomasi terhadap akses jalur energi global?
Persaingan Diplomasi ASEAN dalam Mengamankan Jalur Distribusi Energi Global Strategis
Negara Asia Tenggara mulai berlomba memastikan keamanan distribusi energi setelah pembatasan pelayaran diberlakukan Iran di jalur strategis Teluk Arab.
Baca Juga: Di Tengah Ketidakpastian Global, Indonesia Diyakini Mampu Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen
Indonesia masih berupaya mendapatkan izin bagi dua kapal tanker Pertamina International Shipping yang saat ini berada dalam antrean persetujuan operasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yvonne Mawengkang menyatakan komunikasi diplomatik terus berjalan untuk mempercepat proses perizinan tersebut.
Yvonne Mawengkang, menyatakan terdapat sinyal positif dari Iran yang sedang diproses melalui pembahasan teknis.
Baca Juga: Samin Tan Ditahan dalam Kasus Korupsi Tambang, Ini Langkah Penyidikan Kejaksaan Agung Selanjutnya
Ia menambahkan faktor administrasi dan keselamatan pelayaran menjadi fokus utama pembahasan.
Faktor Geopolitik Jadi Penentu Prioritas Akses Jalur Pelayaran Internasional
Ketegangan kawasan menjadi faktor utama Iran dalam menentukan prioritas akses bagi kapal dari berbagai negara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut situasi geopolitik membuat proses negosiasi membutuhkan waktu lebih panjang dari biasanya.
Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah memahami kompleksitas situasi sehingga proses harus dilakukan secara hati-hati.