NEWS SUMMARY:
- Serangan rudal Iran ke Yerusalem menandai perubahan konflik Timur Tengah dari perang bayangan menuju konfrontasi terbuka antarnegara.
- Ketidakjelasan kondisi Netanyahu meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan memperbesar risiko respons militer ekstrem Israel.
- Gangguan jalur energi global membuat pasar finansial dunia bereaksi cepat dengan lonjakan harga minyak dan volatilitas ekonomi internasional.
BISNIS24JAM.COM - Apakah dunia sedang menyaksikan awal perang regional terbesar sejak Perang Irak?
Apakah serangan balasan Iran terhadap Israel akan menyeret kekuatan global menuju konflik nuklir terbuka?
Serangan Rudal Iran Mengubah Peta Konflik Timur Tengah Secara Drastis
Eskalasi konflik Israel–Iran memasuki fase paling berbahaya setelah Iran mengklaim menyerang pusat pemerintahan Israel pada Senin (2/3/2026).
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan rudal balistik Kheybar Shekan menargetkan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem dalam gelombang serangan kesepuluh.
Militer Israel hingga kini belum mengonfirmasi kondisi Netanyahu, sementara kebijakan sensor militer tetap diberlakukan demi alasan keamanan nasional.
Serangan ini terjadi hanya 48 jam setelah operasi gabungan intelijen Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM Indonesia Aman Jelang Idul Fitri
Peristiwa tersebut menandai perubahan konflik dari perang bayangan menuju konfrontasi langsung antarnegara.
Krisis Natanz Memunculkan Ancaman Radiasi dan Kekhawatiran Nuklir Global
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengeluarkan peringatan darurat terkait kondisi fasilitas nuklir Natanz.
Menurut Grossi, kemungkinan kebocoran radiologis dapat menimbulkan evakuasi wilayah luas jika sistem pengamanan reaktor mengalami kerusakan serius.
Baca Juga: Ratas Energi Istana Bahas Konflik Iran, Pemerintah Pastikan Cadangan BBM Tetap Aman Hingga Lebaran
Duta Besar Iran untuk IAEA, Reza Najafi, menuduh jet tempur siluman F-35 Israel menyerang kompleks nuklir tersebut.
Artikel Terkait
Harga Cabai Rawit Merah Melandai Usai Bapanas Intervensi Distribusi Lintas Pulau Menuju Pasar NTB
Polemik Impor Pik Up 4x4 Kopdes Merah Putih Memanas, KSPN Desak Audit Nasional Proyek Bernilai Triliunan
Foto Viral Prabowo dan Donald Trump Pamer Daging Babi Ternyata Rekayasa AI, Begini Penjelasannya
Pemikiran Try Sutrisno Kembali Relevan, Sorotan Pada Liberalisasi Politik dan Masa Depan Kepemimpinan
Platform Jejak Asri Diluncurkan Chandra Asri Group, Gerakan Lingkungan Berbasis Komunitas dan Teknologi
Momen Haru Pemakaman Try Sutrisno, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Kenegaraan di TMP Kalibata
Harga Minyak Brent Naik Akibat Konflik Iran, indonesia Percepat Kajian Ketahanan Energi Nasional
Ratas Energi Istana Bahas Konflik Iran, Pemerintah Pastikan Cadangan BBM Tetap Aman Hingga Lebaran
Konflik Timur Tengah Memanas, Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM Indonesia Aman Jelang Idul Fitri
Setelah Pemeriksaan KPK Tahun 2018, Kasus Lahan Kompensasi PT BSI Bondowoso Belum Dapat Kepastian Hukum