• Sabtu, 18 April 2026

Timur Tengah Memanas Setelah Serangan Iran, Investor Global Hadapi Risiko Geopolitik dan Inflasi Energi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Rabu, 4 Maret 2026 | 11:58 WIB
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Asap terlihat di wilayah Yerusalem setelah Iran mengklaim meluncurkan rudal balistik yang menargetkan pusat pemerintahan Israel dalam eskalasi konflik Timur Tengah terbaru. (Dok. Instagram @b.netanyahu)
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Asap terlihat di wilayah Yerusalem setelah Iran mengklaim meluncurkan rudal balistik yang menargetkan pusat pemerintahan Israel dalam eskalasi konflik Timur Tengah terbaru. (Dok. Instagram @b.netanyahu)

Komunikasi antara otoritas nuklir Iran dan lembaga internasional dilaporkan terputus, menciptakan kekosongan informasi yang meningkatkan kekhawatiran komunitas global.

Laporan sebelumnya dari IAEA menunjukkan Natanz merupakan pusat utama pengayaan uranium Iran sejak meningkatnya ketegangan nuklir pada 2023.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik Akibat Konflik Iran, indonesia Percepat Kajian Ketahanan Energi Nasional

Perang Multivront Memperluas Konflik Dari Lebanon Hingga Teluk Persia

Kelompok Hizbullah di Lebanon meluncurkan roket ke wilayah utara Israel setelah kematian Khamenei diumumkan media pemerintah Iran.

Serangan udara Israel ke Beirut dilaporkan menewaskan sedikitnya 31 orang menurut otoritas kesehatan Lebanon.

Di Kuwait, tiga personel militer Amerika Serikat tewas akibat serangan drone terhadap pangkalan militer regional.

Baca Juga: Momen Haru Pemakaman Try Sutrisno, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Kenegaraan di TMP Kalibata

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya siap melakukan “balasan besar” terhadap jaringan militer IRGC.

Konflik kini melibatkan aktor regional dan global sekaligus, meningkatkan risiko perang Timur Tengah skala penuh.

Ketidakpastian Politik Israel dan Iran Memicu Risiko Eskalasi Strategis

Analis keamanan dari International Crisis Group menyebut ketidakjelasan kondisi Netanyahu dapat menjadi faktor pemicu keputusan militer ekstrem Israel.

Baca Juga: Platform Jejak Asri Diluncurkan Chandra Asri Group, Gerakan Lingkungan Berbasis Komunitas dan Teknologi

Doktrin keamanan Israel sering dikaitkan dengan opsi pencegah strategis ekstrem ketika kepemimpinan nasional dianggap terancam.

Di Iran, Majelis Ahli membentuk komite sementara untuk menentukan suksesi kepemimpinan pasca-Khamenei di tengah tekanan militer.

Ketidakstabilan kepemimpinan biasanya meningkatkan probabilitas kesalahan kalkulasi militer antarnegara.

Baca Juga: Pemikiran Try Sutrisno Kembali Relevan, Sorotan Pada Liberalisasi Politik dan Masa Depan Kepemimpinan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X