• Sabtu, 18 April 2026

Harga Minyak Anjlok Lebih 11 Persen Setelah Jalur Energi Dunia Selat Hormuz Kembali Aman Dilintasi Kapal

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Rabu, 18 Maret 2026 | 10:52 WIB
Menteri Energi AS, Chist Wright. Aktivitas kapal tanker kembali terlihat di Selat Hormuz setelah pengamanan militer diperketat, menjadi faktor utama turunnya harga minyak dunia Maret 2026.   (Facebook.com @Secretary Chris Wright)
Menteri Energi AS, Chist Wright. Aktivitas kapal tanker kembali terlihat di Selat Hormuz setelah pengamanan militer diperketat, menjadi faktor utama turunnya harga minyak dunia Maret 2026. (Facebook.com @Secretary Chris Wright)

NEWS SUMMARY:

  • Harga Brent turun ke sekitar 87,80 Dolar AS per barel setelah sebelumnya sempat menembus 119 Dolar AS akibat konflik Timur Tengah.
  • Pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut Amerika Serikat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap keamanan distribusi energi global.
  • Analis memperkirakan harga minyak tetap fluktuatif sepanjang 2026 karena faktor geopolitik dan dinamika pasokan global.

BISNIS24JAM.COM - Apakah penurunan harga minyak dunia menandakan konflik Timur Tengah mulai mereda?

Seberapa aman Selat Hormuz bagi pasokan energi global setelah sempat lumpuh akibat ketegangan militer kawasan?

Harga minyak dunia turun tajam pada awal Maret 2026 setelah kekhawatiran gangguan pasokan global mereda seiring normalisasi lalu lintas tanker di Selat Hormuz.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Transportasi Udara Diprediksi Padat, Bagaimana Kesiapan Maskapai dan Kapasitas Kursi

Pada perdagangan sekitar Senin (10/03/2026), minyak Brent turun lebih dari 11 persen ke kisaran 87,80 Dolar AS per barel, sementara WTI jatuh ke sekitar 83,45 Dolar AS.

Penurunan tersebut terjadi setelah harga sebelumnya sempat menembus 119 Dolar AS akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Normalisasi Jalur Energi Dunia Setelah Ketegangan Militer Kawasan Teluk Mereda

Selat Hormuz kembali menunjukkan aktivitas pelayaran setelah sebelumnya mengalami gangguan akibat meningkatnya risiko keamanan selama eskalasi konflik kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Scientific Crime Investigation Jadi Kunci Pengungkapan Kasus Penyerangan Aktivis KontraS Andrie Yunus

Jalur laut strategis tersebut diketahui menjadi rute sekitar 20 hingga 25 persen distribusi minyak global sehingga stabilitasnya sangat menentukan keseimbangan pasar energi internasional.

Normalisasi mulai terlihat setelah kapal tanker kembali melintas dengan sistem pengamanan tambahan dari Angkatan Laut Amerika Serikat guna menjamin keamanan distribusi energi.

Pengawalan Militer Amerika Serikat Bantu Pulihkan Kepercayaan Pasar Energi Global

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan pengawalan militer dilakukan untuk memastikan kapal tanker dapat melintasi jalur tersebut tanpa gangguan keamanan.

Baca Juga: Alasan Thailand Tahan Ekspor Minyak dan Bagaimana Kondisi Cadangan Energi Domestik Saat Ini

Chris Wright menyatakan Angkatan Laut mulai memberikan pengawalan agar distribusi minyak global tetap berjalan stabil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X