NEWS SUMMARY:
- Harga Brent turun ke sekitar 87,80 Dolar AS per barel setelah sebelumnya sempat menembus 119 Dolar AS akibat konflik Timur Tengah.
- Pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut Amerika Serikat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap keamanan distribusi energi global.
- Analis memperkirakan harga minyak tetap fluktuatif sepanjang 2026 karena faktor geopolitik dan dinamika pasokan global.
BISNIS24JAM.COM - Apakah penurunan harga minyak dunia menandakan konflik Timur Tengah mulai mereda?
Seberapa aman Selat Hormuz bagi pasokan energi global setelah sempat lumpuh akibat ketegangan militer kawasan?
Harga minyak dunia turun tajam pada awal Maret 2026 setelah kekhawatiran gangguan pasokan global mereda seiring normalisasi lalu lintas tanker di Selat Hormuz.
Pada perdagangan sekitar Senin (10/03/2026), minyak Brent turun lebih dari 11 persen ke kisaran 87,80 Dolar AS per barel, sementara WTI jatuh ke sekitar 83,45 Dolar AS.
Penurunan tersebut terjadi setelah harga sebelumnya sempat menembus 119 Dolar AS akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Normalisasi Jalur Energi Dunia Setelah Ketegangan Militer Kawasan Teluk Mereda
Selat Hormuz kembali menunjukkan aktivitas pelayaran setelah sebelumnya mengalami gangguan akibat meningkatnya risiko keamanan selama eskalasi konflik kawasan Timur Tengah.
Jalur laut strategis tersebut diketahui menjadi rute sekitar 20 hingga 25 persen distribusi minyak global sehingga stabilitasnya sangat menentukan keseimbangan pasar energi internasional.
Normalisasi mulai terlihat setelah kapal tanker kembali melintas dengan sistem pengamanan tambahan dari Angkatan Laut Amerika Serikat guna menjamin keamanan distribusi energi.
Pengawalan Militer Amerika Serikat Bantu Pulihkan Kepercayaan Pasar Energi Global
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan pengawalan militer dilakukan untuk memastikan kapal tanker dapat melintasi jalur tersebut tanpa gangguan keamanan.
Baca Juga: Alasan Thailand Tahan Ekspor Minyak dan Bagaimana Kondisi Cadangan Energi Domestik Saat Ini
Chris Wright menyatakan Angkatan Laut mulai memberikan pengawalan agar distribusi minyak global tetap berjalan stabil.
Artikel Terkait
Sanksi OJK Terhadap POSA dan NH Korindo Menjadi Sorotan Tata Kelola Korporasi Pasar Modal Indonesia
Ketahanan Energi Indonesia Diuji Jarak Impor BBM dan Kesiapan Infrastruktur Logistik Nasional Menghadapinya
Indonesia Tegaskan Dukungan Palestina, Prabowo Siap Ambil Langkah Diplomatik Tegas di Forum Internasional
Asian Games 2026 Batasi Peserta Sepak Bola, Ini Dampaknya Bagi Timnas U-23 dan Pembinaan Atlet Muda
KOI Minta PSSI Bergerak Cepat Hadapi Ancaman Indonesia Tak Lolos Asian Games 2026 Cabang Sepak Bola
Alasan Thailand Tahan Ekspor Minyak dan Bagaimana Kondisi Cadangan Energi Domestik Saat Ini
Kronologi Penyerangan Andrie Yunus dan Langkah Cepat Prabowo Pastikan Penegakan Hukum Berjalan Adil
Scientific Crime Investigation Jadi Kunci Pengungkapan Kasus Penyerangan Aktivis KontraS Andrie Yunus
Kelangkaan Avtur Vietnam Picu Evaluasi Rute Maskapai, Dampaknya Terhadap Stabilitas Transportasi Udara
Mudik Lebaran 2026 Transportasi Udara Diprediksi Padat, Bagaimana Kesiapan Maskapai dan Kapasitas Kursi