internasional

8 Negara Penguasa Tambang Dunia 2025, Dari Australia Hingga Amerika Serikat

Selasa, 30 Desember 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi, Aktivitas tambang terbuka di Australia mencerminkan dominasi global negara ini dalam produksi bijih besi dan litium pada 2025. (Dok. Kreasi Dola AI)

BISNIS24JAM.COM - Apakah kekuatan ekonomi global pada 2025 masih ditentukan oleh teknologi, atau justru kembali pada siapa yang menguasai tambang mineral dunia?

Di tengah transisi energi dan konflik geopolitik, negara mana yang benar-benar memegang kendali rantai pasok sumber daya strategis dunia?

Penguasaan tambang mineral kembali menjadi indikator utama kekuatan ekonomi dan geopolitik global pada 2025.

Baca Juga: Stok Beras Bulog Capai 3,39 Juta Ton, Pemerintah Naikkan Target Serapan 2026 Jadi 4 Juta Ton

Seiring melonjaknya kebutuhan energi bersih, kendaraan listrik, dan industri manufaktur berteknologi tinggi.

Laporan menunjukkan delapan negara mendominasi produksi dan cadangan mineral strategis dunia, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.

Dominasi Mineral Strategis Menentukan Kekuatan Global Masa Kini

Australia menempati posisi teratas sebagai negara penguasa pertambangan global dengan produksi litium, bijih besi, dan bauksit terbesar dunia berdasarkan data Geoscience Australia.

Baca Juga: Isu Kehilangan Dana Ramai, INDODAX Tegaskan Sistem Aman Dan Ungkap Faktor Eksternal Akses Ilegal

Chile menguasai lebih dari 50 persen cadangan litium global dan menjadi produsen tembaga terbesar dunia menurut United States Geological Survey atau USGS.

Tiongkok mendominasi lebih dari 60 persen logam tanah jarang dunia yang krusial bagi industri teknologi tinggi, menurut data resmi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok.

Rusia tetap menjadi pemain utama emas, nikel, dan aluminium meskipun menghadapi sanksi internasional, berdasarkan laporan World Mining Data 2024.

Baca Juga: Polda NTB Ungkap Tambang Emas Ilegal Sekotong, Alat Berat dan Bahan Kimia Jadi Bukti Kunci

Amerika Utara dan Amerika Latin Mengunci Rantai Pasok

Kanada memproduksi lebih dari 60 jenis mineral dan berada di lima besar dunia untuk uranium, potash, dan kobalt menurut Natural Resources Canada.

Republik Demokratik Kongo menjadi pusat kobalt dunia dengan kontribusi lebih dari 70 persen pasokan global berdasarkan laporan International Energy Agency.

Halaman:

Tags

Terkini