BISNSI24JAM.COM - Sejauh mana peran armada laut menentukan keberhasilan proyek gas raksasa seperti Genting FLNG di Papua Barat?
Mampukah kontrak jangka panjang ELPI mempercepat pengembangan energi dan ekonomi kawasan timur Indonesia?
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) resmi memenangkan tender penyediaan armada kapal untuk proyek Genting FLNG di Teluk Bintuni.
Baca Juga: Otoritas Jasa Keuangan Rilis 30 Pedagang Kripto Berizin, Transaksi 2025 Tembus Rp421 Triliun
Tender bernilai Rp2,39 triliun ini diselenggarakan oleh PT Layar Nusantara Gas, bagian dari Genting Group.
Kontrak tersebut mencakup penyediaan enam unit kapal baru dengan masa sewa hingga 18 tahun.
Armada ini akan mendukung kegiatan logistik dan operasional proyek gas alam cair di Papua Barat.
Baca Juga: Hoaks Tambang Gunung Slamet Terbantahkan: Data Lapangan dan Satelit Ungkap Aktivitas Nol Sejak Lama
Proyek Genting FLNG Dorong Penguatan Infrastruktur Energi Timur
Genting FLNG merupakan proyek strategis pengolahan gas lepas pantai yang menyasar pasar domestik dan ekspor.
Keberadaan armada pendukung dinilai krusial untuk menjaga kelancaran produksi dan distribusi energi.
ELPI akan menyediakan satu crew boat, satu pilot boat, satu offshore supply vessel, dan tiga multi-purpose tug.
Baca Juga: Spekulasi Tanpa Bukti: 3 Unggahan Aura Kasih dan Gugatan Cerai Ridwan Kamil yang Tak Menyebut Nama
Kapal-kapal tersebut dirancang untuk memenuhi standar operasional offshore internasional.
Kontrak Jangka Panjang Beri Kepastian Bisnis Korporasi
Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menyebut kontrak ini menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan perseroan.