BISNIS24JAM.COM - PT Multitrend Indo Tbk (BABY) melalui pemegang saham pengendali Blooming Years Pte Ltd, mengumumkan akuisisi terhadap PT Emway Globalindo dan Emway Singapore Pte Ltd (Emway).
Aksi korporasi ini mengukuhkan posisinya sebagai pemain ritel dan distribusi bayi-anak terintegrasi di Asia Tenggara.
Blooming Years (BY), pemegang saham controlling BABY, menyatakan bahwa keahlian Emway dalam distribusi mainan global.
Baca Juga: Agenda Mediasi 30 Hari Warnai Sidang Perdana Cerai Marissa Anita Setelah 17 Tahun Pernikahan
Termasuk portofolio merek seperti Mattel (Hot Wheels, Barbie, Fisher-Price), Spin Master, Zuru, Moose, hingga Crayola — sangat melengkapi lini ritel BABY yang selama ini fokus pada produk bayi dan anak.
Struktur bisnis baru ini menawarkan platform end-to-end: dari produsen atau pemegang merek, distribusi, hingga ritel omnichannel (gerai fisik dan online).
Perkuatan Keuangan dan Arus Kas
Akuisisi ini sejalan dengan perbaikan fundamental BABY. Pada kuartal III 2025, perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp 817,31 miliar, naik sekitar 3,3% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Peluang Penurunan Tetap Terbuka
Laba bruto naik 14% menjadi Rp 351,91 miliar karena efisiensi beban penjualan.
Arus kas operasional melonjak 697% menjadi Rp 112,48 miliar, berkat pengendalian persediaan dan modal kerja yang ketat.
Di sisi lain, liabilitas berkurang secara bertahap (utang jangka pendek lunas), memperkuat neraca keuangan BABY.
Baca Juga: Gubernur Maluku Utara: Pernyataan Sherly Tjoanda Soal Kontroversi Morotai dan Tekanan Publik
Pemegang Saham dan Dorongan Pertumbuhan Internasional
Transformasi korporasi BABY diperkuat oleh struktur kepemilikan baru: Investcorp (asal Bahrain) dan Kanmo Group (operator ritel lokal) melalui entitas Blooming Years Pte Ltd.
Investcorp memboyong modal dan pengalaman restrukturisasi global, sementara Kanmo menguatkan eksekusi lokal melalui jaringan ritel multi-merek.
Artikel Terkait
Popularitas Seskab Teddy Naik, Pengamat Ungkap Efektivitas Komunikasi Jadi Kunci Utama
Transformasi Pengetahuan 2025: Strategi Pertamina Drilling Menguatkan Daya Saing Industri
Jejak 5 Korporasi Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur dan Dampaknya ke Warga Maluku Utara
Yordania Tawarkan Proyek 1,3 Miliar Dolar AS ke Danantara, Mulai dari Gas hingga Jalan Tol
BI-Rate 4,75 Persen: Pasar Menilai Level Ini Paling Aman di Tengah Arus Keluar 0,95 Miliar Dolar AS?
JATAM Temukan Keterhubungan Lima Korporasi Tambang dengan Aset Warisan Sherly Tjoanda
Mampukah Menkeu Purbaya Membuktikan Kinerja Menteri Keuangan di Tengah Tekanan Pasar?
Gubernur Maluku Utara: Pernyataan Sherly Tjoanda Soal Kontroversi Morotai dan Tekanan Publik
Agenda Mediasi 30 Hari Warnai Sidang Perdana Cerai Marissa Anita Setelah 17 Tahun Pernikahan
Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Peluang Penurunan Tetap Terbuka