• Sabtu, 18 April 2026

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Peluang Penurunan Tetap Terbuka

Photo Author
Budi Purnomo, Bisnis 24 Jam
- Kamis, 20 November 2025 | 10:03 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan ruang penurunan suku bunga masih ada di tengah ketidakpastian global. (Instagram.com @perrywarjiyo666)
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan ruang penurunan suku bunga masih ada di tengah ketidakpastian global. (Instagram.com @perrywarjiyo666)

BISNIS24JAM.COM - Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terakselerasi jika BI menurunkan suku bunga?

Peluang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kembali muncul di tengah inflasi terkendali dan kebutuhan mendorong ekonomi nasional yang masih belum optimal.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, meski suku bunga acuan BI Rate saat ini tetap di 4,75 persen pada November 2025, ada ruang untuk penurunan lebih lanjut.

Baca Juga: Gubernur Maluku Utara: Pernyataan Sherly Tjoanda Soal Kontroversi Morotai dan Tekanan Publik

"Kondisi saat ini memberikan ruang yang cukup bagi pelonggaran kebijakan moneter."

"Karena inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi masih di bawah kapasitas nasional," kata Perry, Rabu (19/11/2025), dalam konferensi pers virtual.

Ruang Pelonggaran Moneter Didukung Inflasi Stabil dan Pertumbuhan Ekonomi

Bank Indonesia menilai inflasi domestik tetap terkendali, sehingga memungkinkan kebijakan moneter lebih longgar.

Baca Juga: Mampukah Menkeu Purbaya Membuktikan Kinerja Menteri Keuangan di Tengah Tekanan Pasar?

Penurunan suku bunga diyakini dapat memperkuat dorongan terhadap aktivitas ekonomi yang belum optimal.

Sejak September 2024, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar total 150 basis poin untuk mendukung ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini, menjadikan 4,75 persen sebagai level terendah sejak Oktober 2022.

Kebijakan BI Masih Tergantung Perkembangan Kondisi Global

Perry menekankan, keputusan penurunan suku bunga selanjutnya sangat bergantung pada dinamika global dan domestik.

Baca Juga: JATAM Temukan Keterhubungan Lima Korporasi Tambang dengan Aset Warisan Sherly Tjoanda

Ketidakpastian global, termasuk inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi, membuat proyeksi penurunan Fed Funds Rate lebih kecil dari sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X