• Sabtu, 18 April 2026

Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI

Photo Author
Budi Purnomo, Bisnis 24 Jam
- Sabtu, 29 November 2025 | 06:15 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa saat rapat Komisi XI, momen ketika ia menanggapi kritik terkait realisasi pajak dengan pernyataan bernada satir. (Instagram.com @menkeuri)
Purbaya Yudhi Sadewa saat rapat Komisi XI, momen ketika ia menanggapi kritik terkait realisasi pajak dengan pernyataan bernada satir. (Instagram.com @menkeuri)

BISNIS24JAM.COM - Apakah masuk akal jika penerimaan pajak melemah justru membuat pajak bagi anggota DPR RI dinaikkan?

Pernyataan ini memantik tanya lebih besar: seriuskah itu, atau sekadar canda untuk meredam ketegangan?

Menkeu Purbaya mengakui bahwa penerimaan pajak sepanjang 2025 belum memenuhi target.

Baca Juga: Jejak 4 Transaksi Besar Rp100 M di Rekening PBNU, Dokumen Audit Pengaruhi Evaluasi Gus Yahya

Realisasi hingga Oktober mencapai sekitar Rp 1.459 triliun, atau hanya ~70,2% dari target Rp 2.076,9 triliun.

Purbaya menyebut bahwa kondisi ekonomi nasional belum pulih sepenuhnya.

Banyak perusahaan masih kesulitan, sehingga beban pajak terhadap masyarakat atau pelaku usaha dianggap kurang tepat saat ini.

Baca Juga: IHSG Cetak Rekor Baru 8.602: Data Penguatan 0,94 Persen dan Respons Menkeu Undang Penasaran

Kelakar Tajam: “Naikkan Pajaknya DPR Dulu”

Saat celecetan kritik datang dari anggota Komisi XI atas realisasi pajak yang lesu, Purbaya melontarkan sindiran dengan nada bercanda."

"Kalau bisa, kita hajar — terutama anggota DPR, pajaknya kita naikin ya," kata Purbaya dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI pada Kamis (27/11/2025),

Meski berbentuk guyonan, kata-katanya mengundang perhatian karena menyentil elite politik sendiri.

Baca Juga: 4 Pilar Strategis Kompas100 CEO Forum 2025 untuk Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Pernyataan itu bisa diterjemahkan sebagai tekanan simbolis untuk menunjukkan bahwa jika target pajak belum tercapai, maka penekanan tidak harus jatuh pada rakyat atau pengusaha saja.

Ketidaknormalan Ekonomi Jadi Alasan Rasional

Purbaya menegaskan bahwa membandingkan kinerja fiskal sekarang dengan periode normal tidak adil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X