Ia menilai bahwa penerimaan pajak melemah terutama karena kondisi ekonomi yang belum pulih dan penurunan uang beredar sejak awal 2025.
Baca Juga: 4 Pilar Strategis Kompas100 CEO Forum 2025 untuk Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Sehingga, menurutnya, kebijakan penambahan beban pajak kepada masyarakat seharusnya ditunda sampai ekonomi stabil — dan bukan sekarang.
DPR Didesak Fokus Optimalisasi Pajak, Bukan Beban Baru
Sebagai tanggapan, sebagian anggota Komisi XI meminta agar fokus dialihkan ke optimalisasi penerimaan pajak.
Melalui penagihan, penyesuaian regulasi, atau perbaikan administrasi, dibanding menaikkan pajak secara massal.
Baca Juga: Prabowo Targetkan 1 MW PLTS per Desa, Pemerintah Percepat Eksekusi dan Penertiban Tambang Ilegal
Hal ini dianggap lebih adil, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang rentan jika diberi beban pajak tambahan saat ekonomi belum stabil.
Menanti Respons Serius, Bukan Sekadar Candaan
Meskipun sindiran Purbaya tampak dalam guyonan, pernyataan itu tidak bisa dianggap enteng.
Di tengah menipisnya penerimaan dan tantangan ekonomi, candaan semacam itu dapat diartikan sebagai alarm bagi parlemen untuk meninjau komitmen nyata terhadap penerimaan negara.
Baca Juga: 6 Pertimbangan Syuriyah PBNU yang Menjadi Dasar Pemberhentian Gus Yahya dari Tanfidziyah
Kalau serius, maka perlu langkah konkret — bukan sekadar lelucon politik — agar beban tidak jatuh pada rakyat di masa sulit.****
Artikel Terkait
12 Penambang Ilegal Ditangkap di TN Tanjung Puting, Aktivitas PETI Sungai Sekonyer Terbongkar
3 Fakta Anomali Bandara IMIP Tanpa Imigrasi dan Bea Cukai yang Diungkap Menhan Sjafrie
3 Jurus Purbaya Perkuat Manufaktur di Tengah Tekanan Impor dan Overcapacity 2025
Negosiasi Utang Rp 18 Triliun Whoosh: Danantara dan Menkeu Siapkan Proposal untuk Tiongkok
6 Pertimbangan Syuriyah PBNU yang Menjadi Dasar Pemberhentian Gus Yahya dari Tanfidziyah
Prabowo Targetkan 1 MW PLTS per Desa, Pemerintah Percepat Eksekusi dan Penertiban Tambang Ilegal
Temuan Anomali Bandara IMIP: Menhan Soroti Absennya Aparat Negara di Fasilitas Strategis
4 Pilar Strategis Kompas100 CEO Forum 2025 untuk Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
IHSG Cetak Rekor Baru 8.602: Data Penguatan 0,94 Persen dan Respons Menkeu Undang Penasaran
Jejak 4 Transaksi Besar Rp100 M di Rekening PBNU, Dokumen Audit Pengaruhi Evaluasi Gus Yahya