BISNIS24JAM.COM - Apakah proses akuisisi besar selalu harus cepat, atau justru harus perlahan agar setiap keputusan bernilai strategis bagi masa depan industri?
Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa negosiasi akuisisi sebagian saham Lotte Chemical Indonesia masih berlangsung secara terstruktur.
Rosan yang kini menjabat CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara menegaskan bahwa pembelian saham membutuhkan kajian menyeluruh.
Baca Juga: Alasan Syuriyah Menegaskan Keputusan Final Pemberhentian Ketum PBNU Gus Yahya
Danantara sedang menargetkan 25 persen hingga 30 persen saham dalam pabrik kimia yang berlokasi di Cilegon.
Proses uji tuntas menjadi bagian wajib sebelum korporasi mengambil keputusan investasi bernilai besar.
Rosan menyebut nilai proyek mencapai sekitar empat miliar dolar Amerika Serikat dari keseluruhan rencana Lotte sebelumnya.
Baca Juga: 6 Kriteria Saham Incaran Danantara Indonesia, Fokus Fundamental dan Hindari Risiko Tinggi di BEI
Danantara Menjamin Proses Akuisisi Berjalan dengan Prinsip Kehati-Hatian
Rosan menjelaskan bahwa negosiasi tidak boleh dilakukan secara terburu-buru dalam konteks proyek strategis.
Ia menegaskan perlunya verifikasi data menyeluruh terhadap seluruh aspek korporasi sebelum menandatangani transaksi.
Kajian menyangkut valuasi, risiko finansial, dan skenario pertumbuhan jangka panjang pabrik kimia Lotte.
Baca Juga: Penggeledahan di 8 Lokasi: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Pajak 2016–2020 yang Seret Dirut PT Djarum
Danantara memeriksa aspek keberlanjutan dan kontribusi industri petrokimia terhadap ekosistem investasi nasional.
Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan proyek selaras dengan strategi pertumbuhan portofolio nasional.
Penawaran Awal Lotte Masih Menjadi Bahan Pertimbangan Lebih Lanjut
Lotte sebelumnya menawarkan 35 persen saham dalam skema investasi senilai empat miliar dolar Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Temuan Anomali Bandara IMIP: Menhan Soroti Absennya Aparat Negara di Fasilitas Strategis
4 Pilar Strategis Kompas100 CEO Forum 2025 untuk Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
IHSG Cetak Rekor Baru 8.602: Data Penguatan 0,94 Persen dan Respons Menkeu Undang Penasaran
Jejak 4 Transaksi Besar Rp100 M di Rekening PBNU, Dokumen Audit Pengaruhi Evaluasi Gus Yahya
Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI
Kasus Tumbler Rp300 Ribu yang Viral: Dampak Nyata terhadap Petugas Lini Depan dan Reaksi Publik
Tensi PBNU Meningkat: Ini Alasan Syuriyah Ajukan Desakan Mundur dan Respons Resmi Gus Yahya
Penggeledahan di 8 Lokasi: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Pajak 2016–2020 yang Seret Dirut PT Djarum
Alasan Syuriyah Menegaskan Keputusan Final Pemberhentian Ketum PBNU Gus Yahya
6 Kriteria Saham Incaran Danantara Indonesia, Fokus Fundamental dan Hindari Risiko Tinggi di BEI