BISNIS24JAM.COM - Apakah uang besar milik negara akan diputar ke saham “sesungguhnya”, bukan sekadar spekulasi cepat?
Baru-baru ini Danantara Indonesia menegaskan bahwa mereka hanya membidik saham dengan fundamental kuat — kabar yang menarik sekaligus menenangkan banyak pihak.
Dalam acara Media Lunch bersama pers di Jakarta, Jumat (28 November 2025), Managing Director Treasury Danantara Indonesia Ali Setiawan menyatakan penegasannya.
Baca Juga: Tensi PBNU Meningkat: Ini Alasan Syuriyah Ajukan Desakan Mundur dan Respons Resmi Gus Yahya
Bahwa korporasi tidak akan berinvestasi pada saham berisiko tinggi atau “saham gorengan” dengan rasio PE luar biasa tinggi.
Sebaliknya, Danantara hanya mempertimbangkan saham berdasarkan sejumlah indikator finansial.
Antara lain Return on Equity (ROE), Price to Earnings Ratio (PE), dividend yield, kapitalisasi pasar (market cap), profitabilitas, serta likuiditas harian.
Baca Juga: Penggeledahan di 8 Lokasi: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Pajak 2016–2020 yang Seret Dirut PT Djarum
Fokus Pada Pasar Modal, Bukan Sekadar Proyek Strategis
Ali Setiawan menuturkan bahwa dalam waktu dekat Danantara akan mengalokasikan sebagian dana mereka ke pasar saham Indonesia.
Ia menyebut bahwa pasar modal menawarkan likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan perbankan, serta memungkinkan penempatan dana dalam jumlah besar.
Hal ini juga bagian dari strategi “dual mandate”: selain mendanai proyek strategis, Danantara ingin berinvestasi secara komersial di instrumen pasar modal yang menawarkan return stabil.
Baca Juga: Kasus Tumbler Rp300 Ribu yang Viral: Dampak Nyata terhadap Petugas Lini Depan dan Reaksi Publik
Kolaborasi dengan BEI: Menuju Indeks Danantara x IDX dan ETF Global
Sebagai bagian dari strategi memperdalam pasar modal, Danantara menjalin kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rencana kolaborasi mencakup potensi pembentukan indeks Danantara x IDX dan perluasan jangkauan Exchange Traded Fund (ETF) Indonesia ke pasar global.
Artikel Terkait
6 Pertimbangan Syuriyah PBNU yang Menjadi Dasar Pemberhentian Gus Yahya dari Tanfidziyah
Prabowo Targetkan 1 MW PLTS per Desa, Pemerintah Percepat Eksekusi dan Penertiban Tambang Ilegal
Temuan Anomali Bandara IMIP: Menhan Soroti Absennya Aparat Negara di Fasilitas Strategis
4 Pilar Strategis Kompas100 CEO Forum 2025 untuk Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
IHSG Cetak Rekor Baru 8.602: Data Penguatan 0,94 Persen dan Respons Menkeu Undang Penasaran
Jejak 4 Transaksi Besar Rp100 M di Rekening PBNU, Dokumen Audit Pengaruhi Evaluasi Gus Yahya
Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI
Kasus Tumbler Rp300 Ribu yang Viral: Dampak Nyata terhadap Petugas Lini Depan dan Reaksi Publik
Tensi PBNU Meningkat: Ini Alasan Syuriyah Ajukan Desakan Mundur dan Respons Resmi Gus Yahya
Penggeledahan di 8 Lokasi: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Pajak 2016–2020 yang Seret Dirut PT Djarum