Sehingga BI harus tetap berhati-hati menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Suku Bunga Rendah untuk Mendorong Aktivitas Ekonomi Nasional
BI menekankan bahwa pelonggaran suku bunga merupakan salah satu alat untuk memperkuat konsumsi dan investasi domestik, terutama saat ekonomi masih belum mencapai kapasitas penuh.
Baca Juga: BI-Rate 4,75 Persen: Pasar Menilai Level Ini Paling Aman di Tengah Arus Keluar 0,95 Miliar Dolar AS?
Perry menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sekaligus menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
BI Tetap Fokus Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Meski ada ruang penurunan, BI menegaskan stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Yordania Tawarkan Proyek 1,3 Miliar Dolar AS ke Danantara, Mulai dari Gas hingga Jalan Tol
Fluktuasi rupiah dapat mempengaruhi harga barang impor dan inflasi domestik, sehingga setiap keputusan moneter disesuaikan dengan kondisi global.
Menurut data resmi BI, suku bunga tetap 4,75 persen sejak September 2025, dan BI akan terus memantau perkembangan ekonomi global untuk menentukan langkah kebijakan berikutnya.****