• Sabtu, 18 April 2026

Krisis Energi Global Meningkat, Strategi IEA Lepas Cadangan Minyak Jadi Sorotan Pasar Energi Dunia Hari Ini

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Rabu, 18 Maret 2026 | 11:40 WIB
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol. Distribusi minyak dunia menunjukkan posisi strategis Selat Hormuz dalam rantai pasok energi internasional. (Dok. esdm.go.id)
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol. Distribusi minyak dunia menunjukkan posisi strategis Selat Hormuz dalam rantai pasok energi internasional. (Dok. esdm.go.id)

NEWS SUMMARY:

  • IEA aktifkan mekanisme stock drawdown untuk menjaga stabilitas pasokan energi global akibat ketegangan geopolitik.
  • Harga minyak global bergerak volatil akibat risiko pasokan sehingga pasar merespons dengan kenaikan premi risiko energi.
  • Keamanan jalur maritim internasional tetap menjadi faktor utama stabilitas jangka panjang pasar energi dunia.

BISNIS24JAM.COM - Apakah krisis energi global benar-benar bisa memicu kenaikan harga BBM dan inflasi di Indonesia dalam waktu dekat?

Seberapa efektif langkah pelepasan cadangan minyak darurat dunia dalam mencegah gejolak ekonomi yang lebih luas?

Krisis Energi Global Picu Kekhawatiran Stabilitas Harga Minyak Dunia

Langkah International Energy Agency melakukan pelepasan cadangan minyak darurat menjadi sorotan setelah meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Lebih 11 Persen Setelah Jalur Energi Dunia Selat Hormuz Kembali Aman Dilintasi Kapal

IEA menyatakan koordinasi pelepasan stok dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan global tetap terjaga di tengah meningkatnya premi risiko pasar energi internasional.

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menegaskan cadangan strategis hanya berfungsi sebagai penyangga sementara jika gangguan distribusi minyak global terus berlanjut.

Selat Hormuz Jadi Titik Vital Distribusi Energi Dan Stabilitas Global

Sekitar 20 hingga 30 persen distribusi minyak dunia melewati Selat Hormuz menurut data U.S. Energy Information Administration yang sering dikutip media ekonomi global.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Transportasi Udara Diprediksi Padat, Bagaimana Kesiapan Maskapai dan Kapasitas Kursi

Gangguan sekecil apa pun di jalur ini dapat langsung memicu lonjakan harga minyak karena pasar merespons risiko kelangkaan pasokan fisik jangka pendek.

Media sebelumnya juga melaporkan bahwa ketegangan kawasan Teluk selalu berbanding lurus dengan kenaikan volatilitas harga energi dunia.

Mekanisme Cadangan Strategis IEA Jadi Instrumen Stabilitas Pasar Energi

IEA mewajibkan negara anggotanya memiliki cadangan minyak setara minimal 90 hari impor bersih sebagai bentuk mitigasi krisis energi global.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Transportasi Udara Diprediksi Padat, Bagaimana Kesiapan Maskapai dan Kapasitas Kursi

Cadangan tersebut terdiri dari sekitar 72 persen minyak mentah dan sisanya produk olahan seperti bensin serta solar untuk menjaga kesinambungan sektor industri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X