BISNIS24JAM.COM - Mengapa banjir kembali melanda wilayah Oko-Oko dan Huko-Huko saat korporasi tambang di Pomalaa masih berada pada tahap konstruksi.
Dan bagaimana masyarakat dapat memastikan bahwa lingkungan tetap terlindungi dari potensi dampak yang tidak diinginkan?
PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmen keberlanjutan melalui penerapan praktik bisnis etis di Pomalaa.
Korporasi menyatakan seluruh aktivitas konstruksi mengikuti prinsip Good Corporate Governance untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, menekankan pentingnya tata kelola dan keterbukaan informasi dalam pengembangan proyek.
Vanda Kusumaningrum menyampaikan hal tersebut melalui keterangan tertulis, sekaligus merespons pemberitaan sebelumnya di media ini.
Baca Juga: Boy Thohir Tambah 3,14 Juta Saham TRIM, Perkuat Kepemilikan Senilai Rp1,72 Triliun
Pemantauan Kualitas Lingkungan Dilakukan Secara Konsisten Dan Terukur
PT Vale melaksanakan pemantauan kualitas udara dan air secara berkala sejak tahap pra-operasi untuk memastikan perlindungan ekosistem lokal.
Sampel di wilayah tangkapan air Sungai Oko-Oko dipantau bersama otoritas guna mengantisipasi gangguan lingkungan.
Vanda Kusumaningrum menyatakan pemantauan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi sejak dini demi menjaga kualitas air bagi masyarakat.
Banjir Di Oko-Oko Dan Huko-Huko Dipengaruhi Intensitas Hujan Ekstrem
Sebagian persawahan di Desa Oko-Oko dan Desa Lamendai terdampak banjir setelah curah hujan meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Korporasi menyampaikan empati kepada warga terdampak sekaligus menegaskan banjir merupakan peristiwa yang tidak diharapkan dalam operasional proyek.
Artikel Terkait
JATAM Temukan Keterhubungan Lima Korporasi Tambang dengan Aset Warisan Sherly Tjoanda
Mampukah Menkeu Purbaya Membuktikan Kinerja Menteri Keuangan di Tengah Tekanan Pasar?
Gubernur Maluku Utara: Pernyataan Sherly Tjoanda Soal Kontroversi Morotai dan Tekanan Publik
Agenda Mediasi 30 Hari Warnai Sidang Perdana Cerai Marissa Anita Setelah 17 Tahun Pernikahan
Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Peluang Penurunan Tetap Terbuka
Akuisisi Emway Perkuat Ekspansi BABY, Integrasi 40.000 Titik Distribusi dan Ritel Bayi-Anak
Bitcoin ke 89.000 Dolar AS, Apa Dampak Arus Keluar 170.000 BTC dari ETF AS Terhadap Sentimen Pasar?
46 Temuan Konflik Tambang Nikel dan Darurat Tata Kelola di Maluku Utara yang Memicu Pertanyaan Publik
Boy Thohir Tambah 3,14 Juta Saham TRIM, Perkuat Kepemilikan Senilai Rp1,72 Triliun
Fakta Penting Setelah Wafatnya Dirut Bank BJB Yusuf Saadudin dan Dampaknya pada Stabilitas Emiten Terbuka