Di Daerah Aliran Sungai Huko-Huko, luapan pocket pond terjadi akibat volume air hujan yang melampaui kapasitas tampung.
Langkah Perbaikan dan Pengendalian Dilakukan untuk Minimalkan Dampak
Tim lapangan PT Vale menerapkan tindakan korektif untuk meningkatkan kapasitas pengendalian air di beberapa titik.
Upaya ini meliputi normalisasi saluran, pengecekan rutin, dan peningkatan respons lapangan pada area dengan risiko limpasan lebih tinggi.
Menurut Vanda Kusumaningrum, tindakan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tetap stabil selama pembangunan berlangsung.
Baca Juga: Akuisisi Emway Perkuat Ekspansi BABY, Integrasi 40.000 Titik Distribusi dan Ritel Bayi-Anak
Keterlibatan Pemangku Kepentingan Diprioritaskan dalam Proses Penanganan
PT Vale membuka ruang dialog bersama pemerintah daerah, dinas teknis, dan masyarakat untuk memantau perkembangan situasi banjir.
Pendataan dampak terhadap lahan pertanian dan tambak warga di aliran Sungai Huko-Huko dilakukan secara terstruktur.
Baca Juga: Agenda Mediasi 30 Hari Warnai Sidang Perdana Cerai Marissa Anita Setelah 17 Tahun Pernikahan
Vanda menegaskan seluruh rencana pengelolaan lingkungan dan sosial, termasuk AMDAL, disusun melalui konsultasi publik demi memastikan keterlibatan masyarakat.****
Artikel Terkait
JATAM Temukan Keterhubungan Lima Korporasi Tambang dengan Aset Warisan Sherly Tjoanda
Mampukah Menkeu Purbaya Membuktikan Kinerja Menteri Keuangan di Tengah Tekanan Pasar?
Gubernur Maluku Utara: Pernyataan Sherly Tjoanda Soal Kontroversi Morotai dan Tekanan Publik
Agenda Mediasi 30 Hari Warnai Sidang Perdana Cerai Marissa Anita Setelah 17 Tahun Pernikahan
Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Peluang Penurunan Tetap Terbuka
Akuisisi Emway Perkuat Ekspansi BABY, Integrasi 40.000 Titik Distribusi dan Ritel Bayi-Anak
Bitcoin ke 89.000 Dolar AS, Apa Dampak Arus Keluar 170.000 BTC dari ETF AS Terhadap Sentimen Pasar?
46 Temuan Konflik Tambang Nikel dan Darurat Tata Kelola di Maluku Utara yang Memicu Pertanyaan Publik
Boy Thohir Tambah 3,14 Juta Saham TRIM, Perkuat Kepemilikan Senilai Rp1,72 Triliun
Fakta Penting Setelah Wafatnya Dirut Bank BJB Yusuf Saadudin dan Dampaknya pada Stabilitas Emiten Terbuka