Laporan WALHI mencatat Poboya sebagai salah satu wilayah rawan konflik pertambangan.
Baca Juga: Ambisi Pajak Rp 2.357,7 Triliun di 2026: Dunia Usaha Minta Strategi Presisi dari Pemerintah
Peneliti menyebut sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci penyelesaian.
Pemerintah daerah berharap aparat penegak hukum mengacu pada prinsip perlindungan lingkungan.
Isu Poboya kini menjadi ujian koordinasi antarlembaga, publik menanti langkah konkret yang terukur dan transparan.****
Artikel Terkait
Pajak Tahun 2026 Ditargetkan Melonjak 23 Persen, Apindo Nilai Ruang Fiskal Kian Terbatas
Timothy Ronald Dilaporkan Terkait Dugaan Penipuan Kripto, Korban Didominasi Usia 18–27 Tahun
Hilirisasi Bauksit: Harga Bijih 40 Dolar AS Berubah Menjadi Aluminium Bernilai 2.900 per Dolar AS Ton
Produksi Batu Bara IATA Tembus 3,56 Juta MT pada 2025, Siap Gaspol 179% di 2026
Akumulasi Saham Barito oleh BlackRock hingga Dimensional Terungkap dalam Pembelian Saham
Forbes Rilis Pengusaha Wirastuty Fangiono Menjadi Konglomerat Perempuan Termuda Indonesia
Aksi 14 Januari 2026: Ratusan Warga Cianjur Kepung Alat Berat Proyek PLTP Geothermal
Rupiah Semakin Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Aktif Jaga Stabilitas Awal 2026
Greenland Jadi Sorotan: Presiden Emmanuel Macron Kirim Pasukan, Jaga Kepentingan Eropa di Arktik
Ketidakpastian Risiko Jadi Penghalang Utama Investasi Proyek Strategis, Begini Kata Agus Marto