• Sabtu, 18 April 2026

Divestasi Freeport Tingkatkan Kepemilikan Negara, Papua Mendapat Bagian Saham Dukung Ekonomi Lokal

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:45 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Proyek smelter tembaga Freeport senilai 4 miliar Dolar AS dorong hilirisasi mineral, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi Papua. (Instagram.com @bahlillahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Proyek smelter tembaga Freeport senilai 4 miliar Dolar AS dorong hilirisasi mineral, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi Papua. (Instagram.com @bahlillahadalia)

Baca Juga: Perubahan IPPKH Tambang Emas Tumpang Pitu Disorot, Dasar Hukum Lama Dipertanyakan Pegiat Antikorupsi

Hal ini menegaskan komitmen bshwa korporasi asing berkontribusi pada pengolahan lokal.

Kebijakan ini membuka peluang bagi korporasi lain untuk berinvestasi di nikel, logam tanah jarang, dan mineral kritis lainnya.

Dengan tetap menghormati regulasi nasional, memaksimalkan nilai tambah, dan meningkatkan lapangan kerja.

Baca Juga: Indonesia Resmi Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza ISF, Fokus Stabilitas dan Misi Non Tempur

Dampak Bagi Korporasi dan Daerah Lokal

Dengan penguatan kepemilikan nasional dan aturan pemurnian lokal, korporasi mendapat kepastian hukum dan peluang bisnis jangka panjang.

Sementara daerah Papua memperoleh kontribusi ekonomi signifikan melalui saham dan pembangunan infrastruktur.

Langkah ini mencerminkan strategi Indonesia menyeimbangkan kepentingan investasi asing dan kedaulatan nasional.

Baca Juga: PLN 2025 Cetak Laba Rp15 Triliun, Mengapa Subsidi Masih Jadi Faktor Penentu Utama Kinerja Keuangan

Sekaligus membangun ekosistem industri mineral yang berkelanjutan dan kompetitif secara global.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X