BISNIS24JAM.COM - Mengapa banjir kembali melanda wilayah Oko-Oko dan Huko-Huko saat korporasi tambang di Pomalaa masih berada pada tahap konstruksi.
Dan bagaimana masyarakat dapat memastikan bahwa lingkungan tetap terlindungi dari potensi dampak yang tidak diinginkan?
PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmen keberlanjutan melalui penerapan praktik bisnis etis di Pomalaa.
Korporasi menyatakan seluruh aktivitas konstruksi mengikuti prinsip Good Corporate Governance untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, menekankan pentingnya tata kelola dan keterbukaan informasi dalam pengembangan proyek.
Vanda Kusumaningrum menyampaikan hal tersebut melalui keterangan tertulis, sekaligus merespons pemberitaan sebelumnya di media ini.
Baca Juga: Boy Thohir Tambah 3,14 Juta Saham TRIM, Perkuat Kepemilikan Senilai Rp1,72 Triliun
Pemantauan Kualitas Lingkungan Dilakukan Secara Konsisten Dan Terukur
PT Vale melaksanakan pemantauan kualitas udara dan air secara berkala sejak tahap pra-operasi untuk memastikan perlindungan ekosistem lokal.
Sampel di wilayah tangkapan air Sungai Oko-Oko dipantau bersama otoritas guna mengantisipasi gangguan lingkungan.
Vanda Kusumaningrum menyatakan pemantauan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi sejak dini demi menjaga kualitas air bagi masyarakat.
Banjir Di Oko-Oko Dan Huko-Huko Dipengaruhi Intensitas Hujan Ekstrem
Sebagian persawahan di Desa Oko-Oko dan Desa Lamendai terdampak banjir setelah curah hujan meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Korporasi menyampaikan empati kepada warga terdampak sekaligus menegaskan banjir merupakan peristiwa yang tidak diharapkan dalam operasional proyek.