BISNIS24JAM.COM - Benarkah kabinet Presiden Prabowo kembali akan dirombak untuk kelima kalinya sejak pelantikan?
Mengapa para menteri memilih diam atau memberikan respons singkat terhadap isu reshuffle ini?
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menjadi Perhatian Publik
Isu perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya video yang membahas potensi reshuffle terbaru.
Baca Juga: Negara Ambil Kendali Sebanyak 1 Juta Ha Lahan Dari 28 Korporasi Bermasalah Lewat Danantara
Video tersebut menyebutkan bahwa reshuffle kali ini berpotensi menjadi yang kelima sejak pelantikan Presiden Prabowo pada Oktober 2024.
Situasi ini menimbulkan spekulasi publik terkait arah konsolidasi politik dan stabilitas pemerintahan nasional.
Nama Pejabat Disebut dalam Tayangan Video
Tayangan video tersebut menyebut sejumlah nama pejabat negara yang diduga masuk dalam daftar evaluasi Presiden.
Baca Juga: Prabowo Dorong Swasembada Energi Nasional dengan Roadmap Baru Dan Penghentian Impor BBM
Nama-nama tersebut mencakup Pratikno selaku Menko PMK, Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri, dan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
Selain itu, disebut pula Muhammad Qodari sebagai Kepala KSP, Meutya Hafid sebagai Menkomdigi, Natalius Pigai sebagai Menteri HAM, dan Widianti Putri sebagai Menteri Pariwisata.
Respons Singkat Menlu Sugiono dan Sikap Bungkam Menkomdigi
Menteri Luar Negeri Sugiono merespons isu reshuffle dengan senyum singkat saat dikonfirmasi awak media.
Baca Juga: B50 Ditargetkan Nol Impor Solar, Mentan Amran Dorong Bioenergi Pertanian di Dewan Energi Nasional
Sugiono menyatakan belum mendengar kabar tersebut dan menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memilih bungkam dan tidak memberikan komentar apa pun terkait isu perombakan kabinet.
Artikel Terkait
Reformasi Kepolisian Menguat, Kapolri Tolak Intervensi Politik Lewat Wacana Menteri Kepolisian
ESDM Atur Kuota 2026 Saat Indonesia Dominasi Batu Bara dan Nikel Dunia Demi Stabilitas Harga
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026, Antara Profesionalisme, Efisiensi Anggaran, dan Stabilitas Koalisi
Indonesia Kendalikan Produksi Nikel, Harga Global Merangkak Naik dari Level 15.000 Dolar AS
OECD Sebut Pajak Global Bocor Ratusan Miliar, Penghindaran PPN Terjadi dalam Ekonomi Digital
Imlek Festival Nasional 2026 Jadi Strategi Pemerintah Perkuat Toleransi dan Identitas Kebangsaan
Prabowo Instruksikan Penghentian Impor BBM Bertahap Demi Swasembada Energi Nasional 2026
Pemerintah Ambil Alih 1 Juta Ha Lahan dari 28 Korporasi Bermasalah Melalui Danantara Nasional
Mentan Amran Masuk DEN, Pemerintah Dorong Energi Hijau Pertanian Lewat Biodiesel B50 2026
Tekanan Global Dorong Defisit APBN 2025, Realisasi Pajak Hanya 91,7 Persen dari Target