BISNIS24JAM.COM - Mengapa sebuah bandara khusus yang dikelola korporasi swasta kembali memicu polemik nasional?
Dan mengapa nama Joko Widodo kembali terseret dalam isu yang diklaimnya tidak pernah ia lakukan?
Presiden Ketujuh RI Joko Widodo menegaskan bahwa ia tidak pernah meresmikan bandara khusus milik korporasi PT Indonesia Morowali Industrial Park di Morowali.
Baca Juga: Polemik PBNU 26 November: Fakta Pemberhentian Gus Yahya dan Kendali di Tangan Rais Aam
Jokowi menyatakan bahwa satu-satunya bandara yang pernah ia resmikan di wilayah tersebut adalah Bandara Maleo pada Desember 2018.
Ia menjelaskan bahwa Bandara Maleo merupakan proyek pemerintah yang mulai dibangun sejak 2007 dan ditujukan untuk mendukung konektivitas masyarakat Morowali.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi sebagai tanggapan atas klaim sebagian pihak yang mengaitkan dirinya dengan peresmian bandara khusus PT IMIP.
Baca Juga: Kolaborasi 2 Jaringan Besar Hadirkan 36 Media untuk Tingkatkan Publikasi Korporasi Nasional
Jokowi merespons tudingan tersebut dengan nada santai sambil menegaskan bahwa informasi terkait dirinya harus mengutamakan ketepatan fakta.
Polemik Bandara Khusus IMIP yang Mengundang Sorotan Publik
Polemik bermula ketika Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mempertanyakan ketiadaan perangkat negara seperti imigrasi dan bea cukai di bandara tersebut.
Sjafrie berpendapat bahwa absennya perangkat negara dapat menimbulkan kerentanan terhadap tata kelola keamanan ekonomi nasional.
Baca Juga: Silaturahmi Pengajian Mantan Surya di Menara Rungkut Berlangsung dengan Meriah dan Guyub
Situasi ini memancing perhatian publik karena aktivitas penerbangan di kawasan industri kerap berhubungan dengan logistik bernilai strategis.
Sejumlah warganet kemudian mengaitkan isu ini dengan Jokowi, termasuk klaim bahwa ia pernah meresmikan bandara tersebut.
Artikel Terkait
Temuan Anomali Bandara IMIP: Menhan Soroti Absennya Aparat Negara di Fasilitas Strategis
4 Pilar Strategis Kompas100 CEO Forum 2025 untuk Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
IHSG Cetak Rekor Baru 8.602: Data Penguatan 0,94 Persen dan Respons Menkeu Undang Penasaran
Jejak 4 Transaksi Besar Rp100 M di Rekening PBNU, Dokumen Audit Pengaruhi Evaluasi Gus Yahya
Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI
Kasus Tumbler Rp300 Ribu yang Viral: Dampak Nyata terhadap Petugas Lini Depan dan Reaksi Publik
Tensi PBNU Meningkat: Ini Alasan Syuriyah Ajukan Desakan Mundur dan Respons Resmi Gus Yahya
Penggeledahan di 8 Lokasi: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Pajak 2016–2020 yang Seret Dirut PT Djarum
Alasan Syuriyah Menegaskan Keputusan Final Pemberhentian Ketum PBNU Gus Yahya
6 Kriteria Saham Incaran Danantara Indonesia, Fokus Fundamental dan Hindari Risiko Tinggi di BEI