• Sabtu, 18 April 2026

Hilirisasi Bauksit: Harga Bijih 40 Dolar AS Berubah Menjadi Aluminium Bernilai 2.900 per Dolar AS Ton

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Rabu, 14 Januari 2026 | 22:30 WIB
Pengembangan industri aluminium dinilai krusial bagi transisi energi dan ekonomi hijau. (Dok. mind.id)
Pengembangan industri aluminium dinilai krusial bagi transisi energi dan ekonomi hijau. (Dok. mind.id)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi mineral adalah mandat strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Baca Juga: Ekonomi Lokal Lumpuh: Dampak Penutupan Tambang Rakyat Cigudeg bagi Ribuan Pekerja

Bahlil menyebut ekspor mineral mentah tidak lagi memberikan manfaat optimal bagi perekonomian jangka panjang.

Dampak Hilirisasi Terhadap Neraca Perdagangan Nasional

Saat ini impor aluminium masih mencapai sekitar 54 persen dari kebutuhan domestik.

Ketergantungan tersebut menjadi salah satu faktor tekanan pada neraca transaksi berjalan Indonesia.

Baca Juga: Rugi 20,1 Juta Dolar AS pada 2023, Pelita Air Service Disorot soal Remunerasi Manajemen

Dengan beroperasinya fasilitas hilir bauksit, pemerintah menargetkan penurunan impor aluminium secara bertahap.

Langkah ini dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri manufaktur.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X