Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi mineral adalah mandat strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Baca Juga: Ekonomi Lokal Lumpuh: Dampak Penutupan Tambang Rakyat Cigudeg bagi Ribuan Pekerja
Bahlil menyebut ekspor mineral mentah tidak lagi memberikan manfaat optimal bagi perekonomian jangka panjang.
Dampak Hilirisasi Terhadap Neraca Perdagangan Nasional
Saat ini impor aluminium masih mencapai sekitar 54 persen dari kebutuhan domestik.
Ketergantungan tersebut menjadi salah satu faktor tekanan pada neraca transaksi berjalan Indonesia.
Baca Juga: Rugi 20,1 Juta Dolar AS pada 2023, Pelita Air Service Disorot soal Remunerasi Manajemen
Dengan beroperasinya fasilitas hilir bauksit, pemerintah menargetkan penurunan impor aluminium secara bertahap.
Langkah ini dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri manufaktur.****
Artikel Terkait
RDMP Kilang Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Dihentikan dan Surplus 4 Juta Kiloliter Diproyeksikan 2026
Presiden Prabowo Subianto Dorong Pembenahan BUMN: Integritas Direksi Jadi Kunci Perbaikan Kinerja
Daftar Terkini Forbes 2026: 6 Sektor Penopang untuk Masuk Kelompok 10 Orang Terkaya Indonesia
KPP Madya Jakarta Utara Disorot, KPK Duga Rekayasa PBB Sebesar Rp59,3 Miliar lewat Kontrak Fiktif
Peringkat BBB Fitch Ratings untuk Obligasi Indonesia, Apa Dampaknya bagi Investor Global?
Rugi 20,1 Juta Dolar AS pada 2023, Pelita Air Service Disorot soal Remunerasi Manajemen
Ekonomi Lokal Lumpuh: Dampak Penutupan Tambang Rakyat Cigudeg bagi Ribuan Pekerja
Saat Banjir Belum Surut, Wapres Gibran Dengar Langsung Kritik Mahasiswa Soal Kerusakan Lingkungan
Restrukturisasi Jangka Panjang Terus Berlanjut, Citigroup Kurangi Ribuan Tenaga Kerja
Pajak Tahun 2026 Ditargetkan Melonjak 23 Persen, Apindo Nilai Ruang Fiskal Kian Terbatas